JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi pencurian sebuah sarung mewah di toko busana muslim yang berlokasi di Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Aksi pencurian sarung seharga Rp 2.100.000 tersebut berhasil terekam kamera pengawas (CCTV) di dalam toko.
"Iya benar itu kejadiannya waktu sebelum lebaran, dia memanfaatkan toko yang ramai untuk mencuri," kata Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Rahmat saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (23/3/2026).
Baca juga: Kronologi Brigpol YM, Anggota Polres Rote Ndao yang Terlibat Kasus Pencurian di Salon
Berdasarkan rekaman video yang beredar, aksi pencurian itu dilakukan tepat pada malam takbiran, Jumat (20/3/2026).
Pelaku yang mengenakan jaket berwarna hitam dan menenteng tas tampak berpura-pura menjadi pembeli di tengah keramaian toko sebelum akhirnya memasukkan boks sarung ke dalam tas saat penjual lengah.
Polisi Monitor Laporan WargaRahmat menyebut pihak toko yang menjadi korban hingga kini belum membuat laporan resmi ke kantor polisi.
Namun, kepolisian memastikan akan tetap menyelidiki dan memburu pelaku pencurian sarung mewah tersebut berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
"Sejauh ini belum ada laporan, tapi kami sudah monitor laporan warga di media sosial, sedang diselidiki," ucap Rahmat.
Pelaku diketahui langsung pergi dari toko dan berjalan melewati sekumpulan orang seolah tidak terjadi apa-apa setelah berhasil menggasak barang incarannya.
Baca juga: Rumah Kosong Saat Mudik Rawan Pencurian, Ini Cara Menjaganya
Polsek Kembangan kini tengah mendalami identitas pelaku melalui rekaman CCTV yang tersedia.
Unit Reskrim Polsek Kembangan telah diturunkan untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, upaya tersebut terkendala kondisi toko yang masih belum beroperasi pasca-Lebaran.
"Sudah ada tim yang ke lokasi, tapi posisinya toko masih tutup, masih suasana liburan," ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau para pelaku usaha untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di saat kondisi toko sedang ramai pengunjung. Rahmat menegaskan timnya akan terus memantau lokasi hingga pemilik toko kembali beraktivitas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




