Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan akan memburu pimpinan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyusul serangan rudal Iran yang menghantam wilayah Israel selatan.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat meninjau kerusakan di Kota Arad, yang terkena serangan pada Sabtu (21/3). Ia menegaskan tidak hanya akan menyasar fasilitas militer, tetapi juga para pemimpin IRGC.
"Kami mengejar rezim. Kami mengejar IRGC, geng kriminal ini," kata Netanyahu, dilansir AFP, Senin (23/3).
"Kami akan mengejar mereka secara pribadi, para pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara pribadi," lanjutnya.
Selain Arad, kota lain yang turut diserang adalah Dimona, wilayah yang diyakini menjadi lokasi fasilitas nuklir Israel yang tidak diumumkan secara resmi. Kota yang berada di Gurun Negev itu dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan langsung rudal.
Netanyahu juga mengunjungi Dimona. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan warga untuk selalu mematuhi instruksi militer, khususnya saat sirene peringatan serangan berbunyi.
"Seluruh negara adalah garis depan, seluruh wilayah dalam negeri adalah garis depan. Dan ketika kita berada di garis depan, kita harus menjalankan perintah ini," ujarnya.
"Jadi mohon lakukan ini, dan ini adalah perintah," lanjut dia.





