Iran mengancam akan menyerang pembangkit listrik Israel serta fasilitas energi yang memasok pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, jika Presiden Donald Trump benar-benar menjalankan ancamannya untuk menghancurkan jaringan listrik Iran.
“Kami bertekad membalas setiap ancaman dengan tingkat yang setara sebagai bentuk efek jera. Jika kalian menyerang pembangkit listrik kami, kami juga akan menyerang pembangkit listrik kalian," kata Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dikutip dari Reuters, Senin (23/3).
Ancaman baru ini sekaligus merevisi pernyataan IRGC yang sebelumnya akan menyerang desalinasi fasilitas desalinasi yang sangat penting bagi pasokan air minum di negara-negara Teluk.
“Presiden AS yang penuh kebohongan mengeklaim bahwa Garda Revolusi berniat menyerang fasilitas desalinasi air dan menyengsarakan rakyat di kawasan ini," kata IRGC.
Pada Sabtu lalu, Trump mengeluarkan ultimatum agar Iran membuka Selat Hormuz dalam 48 jam ke depan. Jika tidak, mereka akan menghancurkan pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran, terutama di Teheran. Secara spesifik, Trump menetapkan tenggat sekitar pukul 19.44 waktu AS Timur pada Senin.





