Hari ketiga lebaran dan cuti bersama membuat suasana Jakarta hari ini, Senin (23/3/2026) sangat berbeda. Senin pagi dan senin sore yang biasanya sangat padat dengan kendaraan terlihat lengang.
Tidak terdengar suara klakson yang biasanya bersahutan di jalanan. Menyusuri jantung ekonomi Jakarta, dari Blok M sampai Monas, bahkan sampai Kota Tua, terasa cepat. Halte bus Transjakarta yang biasanya selalu padat juga sepi dari antrean.
Suasana yang barangkali hampir sama saat tiba di pusat perbelanjaan di kawasan Senayan. Mobil pengunjung harus sabar menyusuri gang demi gang untuk mendapatkan tempat parkir. Beberapa mobil rela menunggu didekat mobil yang telah menyala mesinnya, berharap bisa menggantikan tempat parkirnya.
Memasuki pusat perbelanjaan di Senayan City, pengunjung disambut hiasan dan dekorasi berbentuk masjid berukuran sangat besar di hall utamanya. Namun, pusat keramaian siang itu ada di lantai atas, di barisan foodcourt yang memanjang serta di kawasan lantai bawah yang juga banyak terdapat tempat makan.
Suasana khas Lebaran, di mana pengujung datang bersama keluarga besar atau kerabat, terlihat mencolok dibandingkan hari biasanya. Mungkin ini efek ditinggal pembantu pulang kampung. Jadi mereka makan di luar. Pengunjung lain banyak juga yang melihat toko-toko fashion.
Suasana ini mirip di hari kedua Lebaran, hari Minggu. Dua pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan, Mal Gandaria dan Mal Pondok indah diserbu pengunjung berkelompok, di dominasi keluarga-keluarga.
Berpindah ke tempat wisata, Museum Nasional yang telah buka setelah libur dua hari saat Idul Fitri juga dipadati pengunjung. Seperti di mal, mobil pengunjung terpaksa berkali-kali memutar untuk mendapatkan tempat kosong atau bergantian dengan pengunjung lain untuk parkir kendaraan.
Ratusan pengunjung memadati lobi bagian dalam. Banyak di antara mereka yang menunggu kerabatnya menukarkan gelang yang akan dipakai di tangan masing-masing pengunjung. Di luar museum, patung ikonik karya Nyoman Nuarta berjudul ”Ku Yakin Sampai di Sini” menjadi sasaran swafoto (selfie). Mereka rela bergantian satu sama lain demi mendapatkan spot yang paling indah.
Yang tak kalah ramainya adalah adalah pulau reklamasi baru di Pantai Indah Kapuk 2. Matahari yang masih terik bersinar tak membuat pengunjung malas berjalan-jalan. Sebaliknya, mereka antusias menyusuri lorong demi lorong yang banyak terdapat penjual makanan di kanan dan kirinya.
Kawasan Pantjoran PIK menjadi tujuan akhir para pelancong di kawasan ini. Mereka mencari spot terbaik untuk berfoto dan menfoto pagoda tertinggi di Jakarta Ini. Namun kawasan lainnya, seperti kawasan di pinggir laut, juga akan dipadati pengunjung, terutama di sore hari menjelang matahari terbenam. Memang Senin yang tidak biasa….





