tvOnenews.com - Momen haru terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan kunjungan halal bihalal ke rumah warga usai Lebaran.
Dalam agenda keliling tersebut, ia menemukan sebuah kontrakan terpencil di wilayah Bandung yang dihuni oleh tiga perempuan berstatus janda dalam satu rumah.
Pertemuan itu bermula ketika seorang wanita menyampaikan keinginan ibunya untuk bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi.
Tanpa diduga, kondisi tempat tinggal yang ia kunjungi membuatnya terkejut.
“Ya ampun ya Allah, di Bandung rumahnya kok seperti ini. Ini rumah sekaligus warung. Ada berapa orang di sini? Janda di sini ada berapa?” tanya Dedi Mulyadi.
Dari percakapan tersebut terungkap bahwa rumah kecil itu dihuni oleh tiga generasi perempuan yang semuanya berstatus janda, yakni seorang nenek, anaknya, dan cucunya.
“Ibunya janda, tetehnya janda, anak ini juga janda. Jadi ada berapa janda di sini?” lanjutnya.
“Ada tiga janda,” jawab penghuni rumah.
Kondisi tersebut membuat Dedi Mulyadi merasa prihatin. Ia kemudian berdialog lebih jauh mengenai kehidupan mereka sehari-hari.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Anak perempuan di kontrakan itu harus bekerja keras menghidupi anaknya setelah ditinggal suami.
Perempuan tersebut mengaku mencari nafkah dengan berjualan makanan di rumahnya.
Warung kecil yang mereka miliki menjadi satu-satunya sumber penghasilan.
“Jualan, bantu-bantu ibu,” ujarnya.
Mengetahui hal itu, Dedi Mulyadi langsung berniat membantu dengan membeli dagangan mereka.
“Warung nasi apa ini? Nanti sesekali kita pesan ya, minimal untuk makan anak-anak. Supaya para janda ini bisa hidup,” kata Kang Dedi.
Ia bahkan memuji ketangguhan para perempuan tersebut yang tetap berjuang di tengah keterbatasan.
“Ibu ini janda tangguh, seperti eselon dua,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan kepada keluarga tersebut.
Bantuan terbesar yang ia janjikan datang setelah mengetahui bahwa keluarga tersebut sebenarnya memiliki tanah sendiri di Padalarang, meski rumah mereka sebelumnya mengalami kerusakan akibat kebakaran.
“Oh, rumah di Padalarang itu hancur ya?” tanya Kang Dedi.




