Menteri PU Beberkan Progres 104 Sekolah Rakyat, Akan Tampung 112.320 Siswa

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo membeberkan progres pembangunan 104 Sekolah Rakyat. Targetnya, Sekolah Rakyat itu mampu menampung 112.320 siswa.

Dody menjelaskan pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan 104 Sekolah Rakyat baru di berbagai kota. Perkembangan pembangunan secara nasional telah mencapai 15,54% per 22 Maret 2026.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Dody dalam keterangan tertulis pada Senin (23/3/2026).

Dalam pembangunan Tahap II, Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah di berbagai wilayah. Di Provinsi Jawa Tengah misalnya, proyek Sekolah Rakyat tersebar di 11 titik yang terbagi dalam dua wilayah kerja. 

Wilayah Jawa Tengah 1 mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Temanggung. Kemudian, wilayah Jawa Tengah 2 meliputi Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, serta Kota Semarang.

Dalam laporan terbarunya, progres pembangunan di sejumlah lokasi menunjukkan capaian yang beragam. Sejumlah wilayah proyek mampu melampaui rata-rata nasional, seperti di Kabupaten Sragen.

Baca Juga

  • Jasa Marga Catat 2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek H-10 hingga Hari H Idulfitri
  • Prabowo Bidik Pembangunan 3.000 Jembatan Rampung Awal 2027
  • Kemacetan Mudik Dipicu Bottleneck Gerbang Tol, MLFF Jadi Solusi

Pembangunan 104 Sekolah Rakyat merupakan bagian dari target pemerintah untuk bisa membangun Sekolar Rakyat di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota. Target kapasitas dari Sekolah Rakyat ini mencapai 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar. 

Dody menjelaskan Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan dan mendorong pemerataan kualitas pembelajaran di berbagai daerah di Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa di Sekolah Rakyat setiap kompleks dirancang modern dan terintegrasi, dilengkapi fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Selain ruang kelas, tersedia pula laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, hingga asrama bagi siswa dan tenaga pengajar. 

Fasilitas penunjang lainnya seperti kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, serta ruang terbuka hijau juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan ini.

Presiden RI Prabowo Subianto pun dalam gelaran World Economic Forum 2026 di Davos pada awal tahun ini telah membeberkan program Sekolah Rakyat. Prabowo menjelaskan bahwa sekolah tersebut dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

“Jadi ini mungkin unik karena biasanya anak-anak dari kelas atas, anak-anak orang kaya, bersekolah di sekolah berasrama. Tetapi sekarang saya membangun sekolah berasrama untuk kaum sangat miskin," ujar Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terbaru! Iran Rilis Video Cegat F-15 AS di Hormuz, Israel Hancurkan Jembatan Lebanon
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kapolda Jabar Instruksikan Kapolres: Awasi Pungli di Jalur Wisata Puncak
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
TB Hasanuddin Sebut Timwas Intelijen Komisi I DPR Dalami Kasus Penyiraman Andrie Yunus
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Capai Kesepakatan untuk Hentikan Serangan ke Iran Selama 5 Hari
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Lutra akan Seriusi Pengembangan Pariwisata sebagai Pilar Ekonomi Baru
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.