Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyebutkan ada lima desa yang hilang akibat bencana Sumatera tahun lalu.
"Iya, yang desanya hilang ini sama sekali hilang," ucap Tito saat ditemui di kediamannya, Senin (23/3).
"Kalau Sumbar (Sumatera Barat) tidak ada desa yang hilang," imbuhnya.
Lima desa tersebut sebelumnya berlokasi di dua provinsi.
Pertama, di Provinsi Aceh sebanyak tiga desa, yakni Desa Pasir, Desa Remukut, dan Desa Tertinggi. Kemudian, di Provinsi Sumatera Utara terdapat dua desa, yaitu Desa Garoga dan Desa Tandihat.
Berdasarkan data yang ditampilkan Tito, kelima desa tersebut berstatus perlu ditata ulang. Namun, ia mengatakan terdapat kemungkinan desa-desa itu tidak dapat dibangun kembali.
Sebagai tindak lanjut, Tito menyebut status administratif desa-desa tersebut akan dihapus.
"Otomatis nanti kalau tidak bisa dibangunkan lagi, status administrasinya dihilangkan," ucap Tito.
Meski demikian, warga tidak akan kehilangan status administrasi secara permanen. Menurut Tito, mereka akan direlokasi ke tempat yang disediakan oleh pemerintah.
Lokasi relokasi akan berasal dari lahan milik pemerintah daerah setempat dan akan dibangun hunian oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
"Orangnya akan direlokasi. Nah, relokasi ini pemda menyiapkan tanahnya, bangunannya akan disiapkan oleh Menteri PKP, seperti itu," tutur Tito.





