Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bogor
Pasokan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), dipastikan tetap aman di tengah tingginya mobilitas masyarakat di jalur wisata Bogor–Puncak–Cianjur (Bopunjur) selama libur Lebaran 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) setelah melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik strategis pada Minggu, 22 Maret 2026, mulai dari Tol Jakarta–Bogor, wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, hingga jalur wisata Puncak–Cianjur.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, mengatakan pihaknya melakukan monitoring di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjadi titik krusial saat terjadi lonjakan kendaraan pada masa libur Idulfitri.
“BPH Migas melakukan monitoring langsung ke SPBU di jalur-jalur strategis yang banyak dilintasi masyarakat, baik di jalur tol Jagorawi-Bogor, Kota dan Kabupaten Bogor, maupun di jalur Puncak-Cianjur. Alhamdulillah, kondisi pasokan aman dan terkendali, tidak ada kendala dalam pengiriman maupun distribusi BBM,”ujar Fathul dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pasokan BBM untuk wilayah Bopunjur disuplai dari Terminal BBM Plumpang dan hingga saat ini distribusinya berjalan lancar. Ketersediaan BBM dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik saat arus mudik, arus balik, maupun kunjungan wisata.
Untuk mengantisipasi kebutuhan BBM di titik rawan kemacetan, khususnya jalur Puncak–Cianjur, Pertamina Patra Niaga menyiagakan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135, termasuk motoris BBM di sejumlah titik strategis dan jalur alternatif.
“Layanan motoris ini disiapkan untuk membantu pengendara yang kehabisan BBM di tengah kemacetan tanpa harus mencari SPBU,” jelasnya.
Selain memastikan pasokan, BPH Migas juga melakukan pengecekan kualitas BBM di SPBU, termasuk uji kadar air di tangki penyimpanan. Hasil pengecekan menunjukkan kualitas BBM tetap sesuai standar dan tidak ditemukan kandungan air.
“Kami memastikan kualitas BBM tetap sesuai ketentuan. Dengan kualitas yang terjaga, masyarakat diharapkan merasa lebih aman dan nyaman,”lanjutnya.
Meski pasokan BBM dipastikan aman, masyarakat tetap diimbau untuk memperhatikan kondisi lalu lintas di jalur Puncak yang kerap menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) saat terjadi kepadatan kendaraan.
“Walaupun ketersediaan BBM aman, masyarakat tetap perlu memantau rekayasa lalu lintas yang diberlakukan agar perjalanan tetap nyaman,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





