Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menjelaskan kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara.
Tito mengatakan dua wilayah itu menjadi atensi khusus dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Nah kalau yang atensi bagi saya adalah Tapteng (Tapanuli Tengah), itu fokus berat saya di sana sama Taput (Tapanuli Utara) ya karena persoalan-persoalan," ucap Tito saat ditemui di kediamannya, Senin (23/3).
Adapun kondisi di Kabupaten Tapanuli Utara yang belum pulih yaitu bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), akses jembatan, pasokan listrik, akses air minum, kondisi sungai, hingga hunian tetap para warga.
Mengenai akses jalan di Tapanuli Utara, Tito mengatakan sudah bisa dilalui kendaraan, namun belum bagi kendaraan besar. Hal itu karena letaknya yang berada di lerengan gunung.
"Karena dia di lerengan gunung, sudah dibangunkan, dibetulin, tapi kalau untuk kendaraan berat yang membawa tronton, berat, gak bisa. Tapi kalau untuk kendaraan biasa bisa, oke. Double cabin, oke. Kendaraan kecil bisa. Artinya logistik tidak putus gitu," ucap Tito.
Sementara itu, aspek yang belum pulih di Kabupaten Tapanuli Tengah tak kalah banyaknya. Di antaranya bangunan SMP dan SMA/SMK, akses jalan dan jembatan, tempat makan, rumah ibadah, akses listrik, air minum, internet, kondisi sungai, hingga hunian tetap para warga.
Tito bahkan mengungkapkan banjir sempat terjadi lagi di Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya di Kecamatan Tukka. Hal itu membuat tenda kembali disiapkan untuk para warga yang sebetulnya telah di hunian sementara (Huntara).
"Kemarin sempat banjir lagi di Tapteng di Kecamatan Tukka namanya, ya sehingga banjir otomatis siapkan tenda lagi kemarin," ujar Tito.
Meski begitu, setelah banjir usai dan pembersihan lumpur dilakukan, Tito mengatakan mereka langsung kembali lagi ke Huntara.
"Tapi selesai banjir dibersihkan mereka kembali lagi sudah ke Huntara," tungkasnya.
Tito pun menjelaskan ada beberapa penyebab banjir terjadi lagi di Tukka. Mulai dari kondisi sedimen yang tinggi, curah hujan, hingga kondisi dataran yang cekung.
"Jadi satu sedimennya tinggi, kedua curah hujannya berat, kemudian juga tempatnya itu cekungan. Cekungan itu kan di satu Kecamatan Tukka," ucap Tito.
Kemudian untuk kondisi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tito mengungkapkan kondisinya mendekati normal. Namun begitu, ia memaparkan masih terdapat sejumlah persoalan.
"Satu yang mendekati normal itu adalah, bagi saya, adalah Tapanuli Selatan. Masih ada persoalan di jalan provinsi dia yang belum optimal. Kemudian masih ada persoalan dia di sungai Batang Toru, itu di Desa Garoga," ungkap Tito.
Tito juga menyebutkan kondisi hunian di kawasan tersebut. Katanya hunian-hunian di sini masih dibangun, namun dalam waktu dekat ia akan meresmikan 200 hunian tetap.
"Huntara setahu saya masih ada yang membangun ya, masih dibangun. Huntap (hunian tetap) sedang (dibangun), masih belum dibangun penuh, tapi nanti saya akan resmikan ini dalam waktu singkat ini sekitar 200," sebut Tito.





