Penumpang Soroti Sistem Tiket KRL, Dinilai Belum Ramah untuk Perjalanan Keluarga

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anila (34), warga Jakarta Pusat, menyebut, sistem pembayaran tiket untuk kereta rel listrik (KRL) dinilai masih kurang praktis bagi penumpang yang bepergian bersama keluarga.

Pasalnya, ia yang pergi bersama kerabatnya dan tiga orang anak, harus melakukan lima kali tap dengan lima kartu.

"Kadang satu keluarga itu anaknya kadang ada yang lima, ada yang tujuh, nah harus punya banyak kartu. Itukan lumayan ribet ya," ujar Anila saat ditemui Kompas.com di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Pilih KRL untuk Silaturahmi, Penumpang Berharap Ada Kartu Khusus Keluarga

Menurut dia, penggunaan banyak kartu membuat proses tap menjadi lebih lama, terutama saat membawa anak-anak.

Maka dari itu ia menilai, sistem yang ada saat ini belum sepenuhnya mendukung kebutuhan perjalanan untuk keluarga yang ingin menggunakan KRL.

Anila pun berharap dari pihak KAI bisa menyediakan kartu khusus yang dapat digunakan untuk beberapa orang sekaligus, terutama untuk keluarga.

"Kalau bisa sih dari KRL bisa menyediakan kartu tap keluarga jadi enggak kesusahan kita buat nyari kartunya," kata dia.

Baca juga: Bukan Pekerja, KRL Green Line Dipadati Penumpang Liburan Lebaran

Tidak hanya itu, ia juga ingin ada kebijakan khusus terkait tarif bagi anak-anak.

“Kalau yang kecil-kecil itu pengennya enggak dihitung tarifnya,” ucap Anila.

Adapun Anila sendiri diketahui menggunakan moda transportasi KRL untuk bersilaturahmi dengan kerabatnya di Srengseng pada hari ketiga lebaran.

Ia yang berangkat dari Stasiun Tanah Abang menuju Srengseng dengan KRL jalur Green Line dan turun di Stasiun Palmerah.

Baca juga: H-1 Lebaran, Naik KRL dari Bekasi ke Jakarta Lebih Cepat dan Lengang

"Dari sana, kita naik gocar sampai ke Srengseng," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah dari Srengseng, ia berencana akan ke Depok, ke rumah kerabatnya yang lain untuk berlibur.

"Pengen ke Depok sih, berenang di tempat wisata air di sana," ucap Anila.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam di Pegadaian, Hari Ini Senin 23 Maret 2026
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Catat! Jadwal FIFA Series Indonesia vs Saint Kitts
• 4 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Peringatan Dini BMKG Besok 24-25 Maret 2026, Ini Daftar Wilayah Potensi Hujan Sangat Lebat
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Inilah Perbandingan Era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert di Mata Asnawi Mangkualam
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pernikahan Sesama Marga dalam Perspektif Adat dan Hukum Islam
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.