JAKARTA, DISWAY.ID– Operator kereta cepat pertama di Asia Tenggara, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), memproyeksikan puncak arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah akan terjadi pada periode 28 hingga 30 Maret 2026.
Meski pergerakan penumpang saat ini masih terpantau landai, lonjakan signifikan diperkirakan akan muncul seiring dengan karakteristik pengguna yang cenderung melakukan reservasi mendekati waktu keberangkatan.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menjelaskan bahwa pola pembelian tiket kereta cepat "Whoosh" memiliki keunikan tersendiri.
BACA JUGA:KCIC Siapkan 37 Ribu Tiket Whoosh, Antisipasi Hadapi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026
Mayoritas calon penumpang lebih memilih untuk mengamankan kursi pada hari keberangkatan (H) atau satu hari sebelumnya (H-1).
“Saat ini peningkatan memang belum terlihat secara drastis. Namun, berdasarkan tren perilaku konsumen kami, lonjakan volume penumpang akan mulai terasa secara masif menjelang akhir Maret,” ujar Emir di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Senin (23/3/2026).
Berdasarkan proyeksi internal, KCIC memperkirakan volume penumpang selama periode puncak arus balik akan menyentuh angka 21.000 hingga 25.000 orang per hari.
Jika estimasi ini terealisasi, total pergerakan masyarakat menggunakan moda transportasi rel cepat ini dalam tiga hari puncak tersebut diprediksi mencapai lebih dari 70.000 orang.
Guna mengantisipasi fenomena tersebut, KCIC telah menyiagakan kapasitas operasional yang mumpuni.
BACA JUGA:Dishub DKI Catat 2.216 Pemudik Telah Kembali ke Jakarta melalui 7 Terminal Utama
Sebanyak 62 perjalanan Whoosh dioperasikan setiap harinya, yang secara total mampu menyediakan hingga 37.000 tempat duduk.
“Dengan ketersediaan kursi yang mencapai 37.000 per hari, kami optimistis seluruh kebutuhan mobilisasi masyarakat selama arus balik tetap terakomodasi dengan nyaman dan aman,” pungkas Emir.
Langkah antisipasi ini diharapkan mampu mempertahankan standar layanan ketepatan waktu sekaligus mengurangi beban kepadatan di jalur transportasi darat lainnya, seperti jalan tol Jakarta-Cikampek yang kerap mengalami titik jenuh selama masa libur panjang.





