Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan perkembangan terbaru penanganan pengungsi di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Ia mengungkapkan bahwa mayoritas pengungsi saat ini sudah tidak lagi tinggal di tenda. Capaian tersebut menunjukkan progres signifikan dalam penanganan pascabencana, khususnya pada aspek pemindahan pengungsi ke tempat yang lebih layak.
Advertisement
Tito menjelaskan, jumlah pengungsi yang masih dalam penanganan kini tersisa sekitar 47 kepala keluarga (KK) atau sekitar 173 jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan sangat tajam dibandingkan kondisi awal pascabencana yang mencapai sekitar 2,1 juta jiwa.
Meski demikian, Tito menegaskan bahwa kondisi tersebut belum sepenuhnya mencapai 100 persen, namun sudah sangat mendekati.
“Pengungsi ya mendekati 100 persen, mendekati kata-katanya, saya enggak bilang [sudah] 100 persen,” ujar Tito kepada awak media, Senin (23/3/2026).
Menurut Tito, capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa proses penanganan pengungsi berjalan efektif, terutama dalam memastikan masyarakat tidak lagi tinggal di tenda dalam jangka waktu lama.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa proses pemulihan pascabencana secara keseluruhan masih terus berlangsung dan mencakup berbagai sektor yang membutuhkan waktu.
“Fasilitas pendidikan masih ada yang perlu kita atensi, masih belum, ada juga sungai belum, ada beberapa jalan desa, jalan kabupaten yang cukup banyak jumlahnya juga belum, itu it takes time,” katanya.
Pemerintah, lanjut Tito, terus mendorong percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan publik secara bertahap agar kondisi di wilayah terdampak dapat kembali normal secara menyeluruh.
Ia juga berharap masyarakat dapat melihat perkembangan penanganan pascabencana secara utuh, dengan memahami bahwa setiap capaian memiliki konteks dan proses yang berbeda di lapangan.




