Harga Minyak Jeblok usai Trump Umumkan Negosiasi dengan Iran

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak anjlok setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah mengadakan diskusi untuk mengakhiri perang dengan Iran, meskipun klaim tersebut langsung dibantah oleh Teheran.

Harga minyak mentah Brent sempat merosot hingga 14% ke level US$96 per barel tak lama setelah pernyataan Trump di platform Truth Social. Namun, harga kemudian sedikit pulih setelah Iran membantah adanya pembicaraan tersebut. Harga acuan gas alam Eropa juga sempat ikut turun tajam.

Pasar energi global telah dilanda kekacauan sejak perang pecah pada akhir Februari, terutama setelah Iran hampir sepenuhnya memblokir Selat Hormuz. Penutupan jalur ini secara efektif mengganggu sekitar seperlima aliran minyak dunia serta sebagian pasokan gas alam cair.

International Energy Agency menyebut krisis ini sebagai gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Pemerintah AS dalam beberapa pekan terakhir berupaya menekan harga energi. Pernyataan Trump pada Senin (23/3) menjadi bagian dari upaya tersebut, selain langkah pelepasan cadangan minyak darurat dan pelonggaran sebagian sanksi terhadap minyak Iran dan Rusia untuk menutup kekurangan pasokan akibat blokade Hormuz.

Fluktuasi tajam pada Senin menjadi bagian dari tren volatilitas ekstrem sejak perang dimulai. Empat dari enam pergerakan harga terbesar dalam sejarah kontrak berjangka Brent terjadi dalam periode tersebut.

“Pasar berada dalam kekacauan total,” tulis analis dari PVM Oil Associates Ltd.

Trump mengklaim telah terjadi pembicaraan produktif terkait penghentian konflik di Timur Tengah dan menyebut diskusi akan berlanjut sepanjang pekan, tanpa merinci pihak yang terlibat. Namun, kantor berita pemerintah Iran dan Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada dialog dengan Washington.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan tengah mempertimbangkan pengurangan operasi militer AS, sembari memberi Iran tenggat 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengancam serangan terhadap fasilitas listrik negara tersebut.

Analis SEB AB, Bjarne Schieldrop, menilai pernyataan Trump merupakan upaya untuk menekan harga. Namun, ia menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya bergantung pada Iran.

De-eskalasi konflik berpotensi memulihkan sebagian pasokan, meski pemulihan penuh akan bergantung pada kesiapan pelaku pelayaran untuk kembali melintasi wilayah tersebut yang masih berisiko tinggi.

Meredanya konflik juga dapat mengurangi tekanan inflasi global, walaupun pemulihan pasokan energi diperkirakan tidak akan terjadi secara instan.

Di sisi lain, bank-bank investasi global terus merevisi naik proyeksi harga minyak. Goldman Sachs, misalnya, kini memperkirakan harga minyak rata-rata mencapai US$85 per barel tahun ini, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$77.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Turki Dorong Deeskalasi Konflik Teluk, Libatkan Iran hingga Amerika Serikat dalam Dialog Diplomatik
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Bung Ropan Nilai Simon Grayson Lebih Unggul dari Alex Pastoor, Ini Alasannya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
28 Pati TNI AD Naik Pangkat, Ada Peraih Adhi Makayasa dan Teman Seangkatan AHY di Akmil
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Satpol PP Jaksel Kerahkan 160 Personel Amankan Wisata
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Nilai Listrik Tenaga Nuklir Paling Murah dan Bersih, Tinggal Keamanannya
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.