Hari tersebut menjadi pengingat mendalam mengenai peristiwa penyaliban yang dianggap sebagai wujud kasih tertinggi Tuhan demi menebus dosa manusia. Meski penuh dengan nuansa duka, peringatan ini dipandang sebagai gerbang awal menuju kemenangan besar yang akan dirayakan pada Hari Paskah nanti.
Berdasarkan tradisi yang berkembang, peringatan ini akan diisi dengan berbagai ibadah khidmat yang berfokus pada pembacaan Kitab Suci serta renungan sengsara Yesus. Umat dijadwalkan mengikuti prosesi Liturgy of the Lord's Passion untuk merenungi setiap jejak perjalanan pengorbanan yang dilakukan oleh Sang Juru Selamat.
Peringatan yang akan datang ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk memperbaiki diri melalui pesan moral tentang keberanian dan pengampunan. Lantas, apa itu Jumat Agung? Yuk simak bersama penjelasannya berikut ini. Makna dan Akar Sejarah Secara etimologi, penyebutan ‘Good Friday’ sering kali menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang mengingat hari tersebut memperingati sebuah kematian yang tragis. Melansir dari Crosswalk, hari ini disebut ‘Good’ karena merupakan titik puncak dari rencana besar Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia melalui pengorbanan Yesus yang sempurna.
Baca Juga :
Jumat Agung Adalah: Pengertian, Sejarah hingga MaknanyaBerdasarkan catatan Encyclopedia Britannica, tradisi peringatan ini telah dilakukan sejak masa awal Kekristenan sebagai hari untuk berduka, bertobat, dan berpuasa. Dalam bahasa Jerman, hari ini dikenal dengan istilah Karfreitag yang berarti ‘Jumat yang Berduka’, merujuk pada kesedihan mendalam atas wafatnya Kristus. Tradisi Liturgi Tiga Jam Salah satu rangkaian utama yang akan dilaksanakan adalah ‘Ibadah Tiga Jam’ yang dijadwalkan berlangsung antara pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh ordo Yesuit pada abad ke 17 sebagai bentuk meditasi mendalam atas ‘Tujuh Perkataan Terakhir Yesus di Kayu Salib’.
Berdasarkan narasi dalam Injil, yakni Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, periode waktu tersebut diyakini sebagai saat kegelapan menyelimuti bumi hingga Yesus menyerahkan nyawa-Nya. Melalui ibadah ini, umat nantinya akan diajak untuk kembali meresapi pesan pengampunan dan ketaatan mutlak yang disampaikan Kristus. Persiapan Menuju Paskah Melalui tiga hari suci atau Tri Hari Suci dimulai Kamis dan setelah rangkaian Jumat Agung selesai dilaksanakan, umat akan memasuki masa Sabtu Suci sebagai waktu penantian yang tenang. Puncaknya, kemenangan atas maut akan dirayakan dengan penuh sukacita pada Minggu Paskah yang menandai kebangkitan Yesus Kristus.
Pada akhirnya, Jumat Agung bukan sekadar ritual tahunan, melainkan kesempatan bagi setiap Kristiani untuk memperbaiki diri dan meneguhkan iman. Kematian Yesus di kayu salib dipandang sebagai pesan yang mengajarkan pengampunan dan ketulusan memiliki kuasa untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)





