Hangatnya Idul Fitri di Masjid At-Thohir Los Angeles, Perekat Kebersamaan Diaspora Muslim Indonesia

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah dinamika Kota Los Angeles, suasana Hari Raya Idul Fitri menjadi momen istimewa bagi umat Muslim Indonesia di perantauan. Semangat kebersamaan tetap tumbuh dan terasa hangat, salah satunya melalui kehadiran Masjid At-Thohir yang menjadi pusat perayaan dan silaturahmi diaspora.

Melalui kolaborasi dengan KJRI serta Indonesia Muslim Foundation, Masjid At-Thohir tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menyebarkan pesan damai dan toleransi kepada berbagai kalangan.

Advertisement

BACA JUGA: Ejae “Demon Hunter” Meriahkan Oscars 2026, Bawa Musik Tradisional Korea ke Panggung Dunia

Masjid ini dibangun atas semangat dakwah dan kepedulian sosial oleh pengusaha nasional Boy Thohir melalui Yayasan Muhammad Thohir. Kehadirannya menjadi simbol kontribusi nyata diaspora Indonesia dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang inklusif di tingkat global.

Pada momen Idul Fitri, Masjid At-Thohir menjadi titik temu bagi warga Indonesia. Ratusan hingga ribuan jamaah berkumpul untuk melaksanakan salat Id, saling bermaafan, serta merayakan kebersamaan yang mungkin jarang dirasakan di tengah kesibukan kehidupan luar negeri. Suasana hangat khas Lebaran pun terasa, menghadirkan nuansa kampung halaman di tanah rantau.

"Pada tanggal 15 Februari, kita sudah kedatangan ustad Mohammad Kholilullah, sampai dengan tanggal 22 Februari menjadi imam dan tausiyah beberapa hari di awal bulan Ramadan, bergantian dengan Imam Masjid At-Thohir Imam Honest Ahmad Qashidi. Pada tanggal 14 sampai 20, kita kedatangan ustad Othman Omar Shahab yang menjadi Khotib Idul Fitri dan saudara Randy Yusuf Mason sebagai Imam Salat Idul Fitri," tutur Pengurus Masjid At-Thohir Los Angeles Farhat Ambadar saat dihubungi Liputan6.com, Senin (23/3/2026).

Berbagai kegiatan turut digelar untuk menyemarakkan Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, mulai dari halalbihalal, santap bersama, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar. Lingkungan masjid yang inklusif menjadikannya ruang terbuka bagi siapa saja, sekaligus mempererat hubungan antarwarga Indonesia dan komunitas lokal.

"Setiap hari kita mengadakan buka puasa di mesjid sekitar 100 sampai 150 jamaah pada hari Minggu sampai Kamis, pada hari Sabtu dan Minggu mencapai 200 jamaah," jelas dia.

"Jamaah bukan saja dari Indonesia, tapi banyak dari luar seperti Bangladesh, India, Kazakhstan, Pakistan, Turkistan, France, maupun Latino Muslim," sambungnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
8,7 Juta Wajib Pajak Lapor SPT, Aktivasi Coretax Tembus 16 Juta
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
1.400 Lingkaran Misterius Ditemukan di Dasar Laut, Ini Penjelasan Ahli
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ini Rencana One Way di Lingkar Gentong saat Puncak Arus Balik
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Yaqut Jalani Tes Kesehatan Sore Ini, Persiapan Balik ke Rutan KPK?
• 4 jam laludetik.com
thumb
Waspada Macet! Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terjadi 2 Kali, Ini Jadwalnya
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.