Operasional penerbangan di Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey, Amerika Serikat, dihentikan sementara pada Senin (23/3/2026) pagi setelah menara pengawas lalu lintas udara dievakuasi akibat terdeteksinya asap dan bau terbakar di dalam fasilitas tersebut.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menyatakan, langkah evakuasi dilakukan sebagai tindakan pencegahan setelah sumber bau terbakar diduga berasal dari sistem lift di menara pengawas.
“Kedatangan dan keberangkatan untuk sementara dihentikan setelah petugas pengontrol lalu lintas udara mengevakuasi menara karena bau terbakar yang berasal dari lift,” demikian pernyataan resmi FAA.
Dilansir dari The New York Post, seluruh petugas pengatur lalu lintas udara kemudian dipindahkan ke fasilitas cadangan yang berada di area bandara untuk menjaga kelangsungan operasional secara terbatas.
FAA menetapkan penghentian penerbangan (ground stop) berlangsung hingga setidaknya pukul 08.30 waktu setempat.
Meski bersifat sementara, gangguan itu diperkirakan berdampak luas terhadap jadwal penerbangan, khususnya di kawasan metropolitan New York.
Insiden di Newark terjadi hanya beberapa jam setelah kecelakaan fatal di Bandara LaGuardia, Queens, yang melibatkan pesawat Air Canada dan kendaraan pemadam kebakaran di landasan pacu.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang pilot meninggal dunia dan menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka, serta memaksa penutupan bandara hingga Senin siang.
Rangkaian gangguan tersebut memperburuk kondisi transportasi udara di wilayah New York.
Bandara-bandara utama lainnya, termasuk John F. Kennedy (JFK), juga dilaporkan mengalami antrean panjang di pos pemeriksaan keamanan serta penundaan dan pembatalan penerbangan.
Situasi diperparah oleh kendala operasional yang berkaitan dengan Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan pendanaan. Sehingga, berdampak pada proses pemeriksaan penumpang di sejumlah bandara di Amerika Serikat. (saf/rid)




