KOMPAS.TV - Memasuki minggu keempat, konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat masih terus bergulir.
Sejumlah klaim terus digaungkan ketiga pihak untuk menunjukkan kekuatannya dalam penyerangan.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengejek Presiden Amerika Serikat.
Pernyataan ejekan itu disampaikan menjelang tenggat waktu dari ultimatum Trump untuk membuka penuh Selat Hormuz.
Iran telah bersumpah untuk melancarkan serangan balasan yang keras jika Amerika melanjutkan ancamannya untuk menyerang jaringan energi dan listrik negara itu jika Selat Hormuz tetap diblokade.
Sementara itu, Israel mengindikasikan bahwa sikap ofensifnya terhadap Iran masih jauh dari kata selesai.
Juru bicara IDF Effie Defrin menyatakan bahwa perang diperkirakan masih akan berlanjut selama berminggu-minggu.
Pernyataan Israel dan Amerika Serikat tidak sedikit pun menurunkan amarah Iran.
Pada Minggu (22/3/2026) waktu setempat, Iran masih melancarkan serangan rudal gelombang ke-73 yang menargetkan beberapa kota di Israel.
#perang #iran #selathormuz
Penulis : kharismaningtyas
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- iran vs amerika serikat
- konflik timur tengah
- krisis energi global
- blokade hormuz
- ancaman perang





