REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI -- Mufti Agung Libya, Sheikh Sadiq al-Ghariani, menyerukan umat Islam untuk mendukung Iran di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia memperingatkan bahwa kehadiran militer asing di negara-negara Arab membawa ketidakstabilan.
Dalam pernyataan yang dilaporkan oleh media lokal, ulama dari kalangan Sunni itu membingkai perang tersebut dalam konteks agama. “Tidak ada konsep netralitas dalam Al-Quran… mendukung umat Islam adalah kewajiban agama,” kata al-Ghariani dilansir laman MEE, Senin (23/3/2026).
Baca Juga
Angkatan Bersenjata Iran Ubah Pola Perang dengan Zionis-AS dari Bertahan ke Strategi Menyerang
Eks Petinggi AS: Kirim Tentara ke Pulau Khargh Cuma Jadi Bencana Buat Amerika, Sasaran Empuk Iran
Kesalahan Fatal KPK Berikan Keistimewaan Tahanan Rumah ke Yaqut Kata Pengamat
Ia menambahkan bahwa kekuatan global harus membayar 'harganya' dan mendesak umat Islam untuk mengambil pelajaran dari konflik tersebut serta mencari kekuatan melalui iman.
al-Gharani menambahkan bahwa umat Islam harus memperhatikan perkembangan perangan ini dan mencari martabat hanya melalui ketaatan kepada Tuhan dan Nabi-Nya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Al-Ghariani yang berusia 72 tahun lahir di Bayda, ibu kota distrik Jabal al-Akdhar (Pegunungan Hijau) di Cyrenaica, pada tahun 1942.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)