Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim tengah berdiskusi dengan pemimpin Iran, tapi bukan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Trump menyebut jika pembicaraan dengan para pemimpin Iran itu gagal, maka AS akan terus membombardir IRan.
Dilansir AFP, Senin (23/3/2026), Trump mengatakan pada hari Senin bahwa "perubahan rezim" secara efektif sedang berlangsung di Iran. Ia memperingatkan bahwa jika pembicaraan dengan tokoh-tokoh Iran yang dihubungi oleh Amerika Serikat tidak berhasil, maka pengeboman akan terus berlanjut.
Trump menjelaskan bahwa pembicaraan tersebut bukan dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, tetapi dengan orang-orang yang ia gambarkan sebagai "sangat masuk akal," sementara begitu banyak pejabat tinggi telah tewas dalam konflik tersebut sehingga "secara otomatis terjadi perubahan rezim."
"Jika pembicaraan gagal, kita akan terus membom habis-habisan," ujar Trump.
Kemudian, Trump juga mengatakan pada hari Senin bahwa ada "poin-poin kesepakatan utama" dalam pembicaraan AS-Iran yang menurutnya harus menghasilkan penghentian ambisi nuklir dan persediaan uranium yang diperkaya oleh Teheran.
(maa/imk)





