Berisiko Picu Longsor, LMK Minta Bangli di Bantaran Kali Baru Batu Ampar Ditertibkan

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 02 Batu Ampar, Siti Zuhriyah, menyebut bangunan usaha percetakan yang longsor di bibir Kali Baru, Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, merupakan bangunan liar.

“Ya, boleh dibilang begitu. Ada sekitar 20 bangunan,” ujar Siti saat ditemui, Senin (23/3/2026).

Siti mengaku khawatir keberadaan bangunan liar tersebut dapat membahayakan warga sekitar, terlebih setelah terjadi longsor pada Minggu (22/3/2026) sore.

“Harapannya, bangunan di bantaran kali segera ditertibkan. Jangan ada lagi bangunan di pinggir kali karena jelas berisiko dan berbahaya jika terjadi longsor seperti ini,” jelasnya.

Baca juga: Turap Kali Baru Longsor, Usaha Percetakan di Batu Ampar Jaktim Ambruk

Ia menjelaskan, longsor terjadi akibat pondasi dan turap Kali Baru tergerus debit air yang meningkat.

Peristiwa tersebut menyebabkan satu pohon di sekitar lokasi tumbang dan menimpa rumah warga, sehingga dua bangunan terdampak.

“Longsor karena pengaruh hujan yang besar kemarin ya, akhirnya pengaruhnya ke tanah di sini longsor. setelah itu saya koordinasi dengan semua yang terkait,” kata Siti.

Siti menambahkan, turap Kali Baru yang longsor di wilayah Batu Ampar memiliki panjang sekitar 10 meter dengan tinggi sekitar 2 meter.

“Tidak ada korban jiwa karena kondisi bangunan sudah rapuh dan sebelumnya sudah diantisipasi. Seluruh peralatan juga sudah dipindahkan,” ungkap Siti.

Baca juga: Hujan Berhari-hari Jadi Pemicu Longsor di TPU Muara Benda Depok

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Petugas gabungan dari PPSU, Suku Dinas Sumber Daya Air, Suku Dinas Gulkarmat, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup, serta BPBD dikerahkan untuk menangani longsor.

“Dampaknya, masyarakat tidak bisa melintas di jalan ini, terutama kendaraan roda empat. Kami sudah berkoordinasi dengan warga agar sementara tidak melewati jalur tersebut,” jelas Siti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Sebut Selat Hormuz Terbuka untuk Semua Pelayaran kecuali Kapal Musuh
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Monas Dipadati 13 Ribu Pengunjung pada H+2 Lebaran, Wisatawan Mancanegara Ikut Ramai
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Jadi Tahanan Rumah, KPK Dituding Beri Keistimewaan pada Yaqut
• 10 jam lalurealita.co
thumb
Kecelakaan Pesawat Air Kanada Tewaskan Penumpang Saat Mendarat di Bandara La Guardia New York
• 13 jam laludisway.id
thumb
Jadi Kapal Perang Terbesar TNI AL, KRI Prabu Siliwangi-321 Akhirnya Tiba di Indonesia
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.