jpnn.com, SUKABUMI - Sebanyak 1.120 sopir angkot yang beroperasi di area Cibadak, Kabupaten Sukabumi, diliburkan atas arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Langkah ini ditempuh demi mengurangi beban lalu lintas, khususnya di wilayah Cibadak Sukabumi, yang kerap jadi titik kemacetan terutama selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/ 2026.
BACA JUGA: Libur Saat Arus Mudik, 5.000 Sopir Angkutan Tradisional di Jabar Terima Rp1,4 Juta
Sekretaris Dinas (Sekdis) Perhubungan Jabar, Diding Abidin, mengatakan setidaknya terdapat enam trayek di Kabupaten Sukabumi, khususnya yang beroperasi di wilayah Cibadak, yang disasar untuk tidak beroperasi selama libur Idulfitri.
Para sopir diminta menghentikan operasionalnya selama tiga hari, yakni pada 23, 24, dan 29 Maret 2026. Hari-hari tersebut disesuaikan dengan prakiraan potensi kepadatan lalu lintas yang akan terjadi.
BACA JUGA: Berhasil Naik Podium GP Brasil, Veda Ega Pratama Bakal Tampil di Grand Prix of Indonesia
Sebagai pengganti, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memberikan kompensasi sebesar Rp200.000 per hari kepada masing-masing sopir, di Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
"Jadi walaupun tidak menyopir, tetap diberikan kompensasi Rp200.000 per hari. Selama tiga hari, totalnya Rp600.000," kata Diding, Senin (23/3).
BACA JUGA: Gubernur Dedi Mulyadi Sulap Mobil Mercedes-Benz Jadi Ambulans Siaga di Tol Cipali Â
Dengan diberhentikan sementara operasional angkot ini, diharapkan arus lalu lintas bisa lebih lancar, terutama saat arus balik.
Sebelum kompensasi diberikan, Dishub telah mendata para sopir angkot. Proses pendataan dilakukan secara detail agar penyaluran kompensasi tepat sasaran.
Data dikumpulkan, divalidasi, kemudian uang kompensasi disalurkan melalui bank agar transparan dan langsung masuk ke rekening penerima.
Koordinasi pun dilakukan dengan Dishub kabupaten serta organisasi angkutan darat (Organda) untuk memastikan hanya sopir aktif yang menerima kompensasi. Adapun, pengaturan pembagian kompensasi menjadi kesepakatan antara sopir dan pemilik angkot.
Program ini pun disambut positif oleh para sopir angkot Cibadak Sukabumi.
"Alhamdulillah, setelah diberikan pemahaman, semua menerima dengan baik karena ini untuk kebaikan bersama," ucap dia.
Sementara itu, bagi sopir yang tetap beroperasi padahal sudah menerima kompensasi, Diding menyebut pihaknya akan melakukan penertiban secara persuasif.
Pun jika masih ada sopir yang belum terdata pada hari ini, dapat langsung berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Sukabumi.
"Kalau sudah menerima kompensasi tapi masih jalan, akan kami ingatkan untuk tidak beroperasi," pungkasnya. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




