REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – PT Angkasa Pura Aviasi memprediksi puncak arus balik di Bandara Internasional Kualanamu akan terjadi pada H+7 atau 29 Maret 2026. Hal ini disampaikan oleh Plt Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pada puncak arus balik ini, pergerakan penumpang diprediksi mencapai 26.495 orang.
Berdasarkan data yang ada, pergerakan penumpang selama periode arus mudik dari 13 hingga 21 Maret 2026 tercatat sebesar 208.030 orang. Dengan antisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus balik, pihak bandara telah menyiapkan langkah-langkah untuk memastikan kelancaran operasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau agar para pemudik menghindari puncak arus balik yang diprediksi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Dudy menyarankan masyarakat untuk kembali ke Jakarta dan sekitarnya pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama atau menggunakan masa Work From Anywhere pada 25-27 Maret 2026.
Menurut data dari Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), puncak arus balik pada 24 Maret 2026 diperkirakan akan melibatkan lebih dari 285 ribu kendaraan, jumlah yang lebih besar dibandingkan puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 dengan 270.315 kendaraan. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho juga mengonfirmasi prediksi ini dan mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik agar perjalanan tetap aman dan nyaman.