NINTENDO dikabarkan tengah menyiapkan versi baru dari konsol generasi terbarunya, Nintendo Switch 2, dengan desain baterai yang dapat diganti sendiri oleh pengguna. Langkah ini disebut sebagai respons terhadap regulasi baru Uni Eropa terkait konsep right-to-repair.
Kebijakan tersebut mewajibkan perangkat elektronik portabel memiliki desain yang memudahkan penggantian baterai, dengan tenggat implementasi hingga 2027. Artinya, produsen seperti Nintendo perlu menyesuaikan desain perangkat keras jika ingin tetap memasarkan produknya di kawasan Eropa.
Dampak Regulasi ke Desain KonsolPerubahan ini menjadi sinyal kuat bahwa regulasi kini mulai berdampak langsung pada desain perangkat gaming, tidak hanya terbatas pada smartphone atau laptop.
Baca juga : Gim Pokemon Pokopia akan Hadir di Nintendo Switch 2 pada 2026
Dalam laporan yang beredar, seperti dikutip dari Engadget, tidak hanya unit utama Switch 2 yang akan mengalami penyesuaian. Kontroler terbaru disebut sebagai Joy-Con generasi baru juga akan didesain ulang agar baterainya lebih mudah diganti.
Selama ini, baterai lithium-ion pada perangkat seperti Joy-Con dikenal sulit dilepas tanpa alat khusus. Dengan aturan baru tersebut, desain perangkat ke depan dipastikan akan lebih modular dan ramah pengguna.
Dorong Umur Pakai Lebih PanjangPendekatan desain yang lebih terbuka ini diharapkan dapat memperpanjang penggunaan perangkat sekaligus mengurangi limbah elektronik. Selama ini, banyak perangkat dibuang hanya karena kerusakan pada baterai yang sulit diganti.
Baca juga : Nintendo Switch 2 Akan Diluncurkan pada Tahun Ini
Meski menjadi kabar baik bagi konsumen di Eropa, belum ada kepastian apakah versi Switch 2 dengan baterai yang dapat diganti ini akan tersedia secara global.
Sejauh ini, perubahan disebut masih difokuskan untuk memenuhi regulasi Uni Eropa. Namun, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan diadopsi di wilayah lain jika aturan sejenis mulai diberlakukan.
Tren yang Mulai MeluasFenomena ini sebelumnya juga terjadi di industri smartphone, di mana perubahan desain sering kali diawali dari kebijakan regional sebelum akhirnya diadopsi secara global.
Beberapa perusahaan teknologi besar pun mulai menyesuaikan diri. Apple, misalnya, telah mengubah desain iPhone terbaru agar lebih mudah diperbaiki, termasuk dalam hal penggantian baterai. Sementara itu, Sony juga disebut tengah mempertimbangkan pembaruan desain kontroler DualSense untuk memenuhi regulasi serupa.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah kini semakin berperan dalam menentukan arah desain produk teknologi konsumen.
Potensi Dampak ke Produk LamaDi sisi lain, muncul kemungkinan bahwa konsol Nintendo Switch generasi lama tidak lagi dijual di Eropa setelah 2027 jika tidak diperbarui sesuai regulasi.
Hingga saat ini, Nintendo belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana tersebut maupun detail spesifikasi dari Switch 2 versi terbaru.
(Medcom/H-3)





