REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nama besar Zinedine Zidane kembali menjadi sorotan. Ikon sepak bola Prancis itu telah mencapai kesepakatan untuk mengambil alih kursi pelatih kepala Timnas Prancis setelah perhelatan Piala Dunia FIFA pada musim panas nanti, seperti laporan ESPN pada Senin (23/3).
Dalam laporan itu disebutkan, Zidane telah mencapai kesepakatan lisan dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) untuk menggantikan Didier Deschamps yang telah memimpin Les Bleus sejak 2012.
- Kolo Muani Dapat Kesempatan Terakhir di Timnas Prancis, Deschamps Buka Persaingan Menuju Piala Dunia
- Mantan Pemain PSG dan Timnas Prancis Resmi Pindah ke Persib Bandung
- Alasan Putra Zinedine Zidane Pilih Timnas Aljazair Dibandingkan Prancis
Bagi banyak pengamat, kabar ini bukan hal yang mengejutkan. Zidane sudah lama digadang-gadang sebagai sosok yang suatu hari akan memimpin tim nasional negaranya. Karisma, pengalaman, serta rekam jejaknya sebagai pemain dan pelatih membuat namanya selalu muncul setiap kali kursi pelatih Prancis dibicarakan.
Sebagai pemain, Zidane merupakan salah satu gelandang paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola. Ia meraih penghargaan Ballon d'Or 1998 dan tiga kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Puncak kejayaannya bersama tim nasional terjadi saat membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998, sebelum kembali mengantar Les Bleus ke final pada edisi 2006.
Meski final 2006 dikenang dengan kontroversi setelah insiden kartu merah akibat duel dengan Marco Materazzi, warisan Zidane sebagai legenda sepak bola Prancis tetap tak tergoyahkan.
Tak hanya bersinar sebagai pemain, Zidane juga menorehkan prestasi gemilang di pinggir lapangan. Saat melatih Real Madrid dalam dua periode (2016–2018 dan 2019–2021), ia sukses membawa klub raksasa Spanyol itu meraih berbagai trofi bergengsi. Di antaranya tiga gelar beruntun Liga Champions UEFA pada 2016, 2017, dan 2018. Pencapaian itu menjadikannya sebgaai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut.
Selain dominasi di Eropa, Zidane juga mempersembahkan gelar liga domestik dan sejumlah trofi lainnya bersama Madrid. Gaya kepemimpinannya yang tenang, kemampuan mengelola ruang ganti penuh bintang, serta kecerdasan taktik menjadi ciri khas yang membuatnya dihormati di dunia sepak bola.
Jika kesepakatan ini benar-benar terwujud setelah Piala Dunia nanti, maka Zidane akan memulai babak baru. Ia akan memimpin generasi baru Prancis yang sarat talenta, sekaligus melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun Deschamps selama lebih dari satu dekade.



