Pemerintah Iran Bantah Dialog dengan Trump: Upaya Manipulasi

detik.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Iran membantah berdialog dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pemerintah Iran menegaskan itu sebagai upaya Trump memanipulasi pasar keuangan dan minyak.

Dilansir AFP, Selasa (24/3/2026), bantahan ini disampaikan oleh ketua parlemen Iran dan salah satu tokoh non-klerikal paling terkemuka di negara itu, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia mengatakan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Trump.

"Trump berusaha untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta keluar dari rawa yang menjebak AS dan Israel," kata Ghalibaf.

Baca juga: Trump Klaim Selat Hormuz Segera Dibuka, Selanjutnya Dikendalikan AS-Iran

Kemudian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan bahwa pesan telah diterima dari "beberapa negara sahabat yang mengindikasikan permintaan AS untuk negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang". Namun ia membantah bahwa pembicaraan semacam itu telah terjadi.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan telah berbicara dengan Trump dan mengakui bahwa AS berpikir kesepakatan mungkin terjadi, tetapi berjanji untuk terus menyerang Iran dan Lebanon untuk melindungi Israel.

"Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa IDF dan militer AS untuk mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan -- kesepakatan yang akan melindungi kepentingan vital kita," katanya.

"Pada saat yang sama, kami terus menyerang baik di Iran maupun di Lebanon," ucap dia.

Baca juga: Trump Ancam Terus Bom Iran Jika Dialog Gagal, Singgung Perubahan Rezim

Meskipun Oman menjadi mediator dalam pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran sebelum AS dan Israel melancarkan perang, Mesir, Qatar, dan Pakistan telah diusulkan sebagai perantara alternatif.




(maa/maa)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Motif WN Irak Tega Bunuh Cucu Mpok Nori Akibat Cemburu Buta
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kim Jong-Un Tegaskan Status Nuklir Korea Utara Tak Berubah, Ancam Korea Selatan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hindari Macet Horor, Pengunjung ke Anyer Berangkat Dini Hari
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arus Balik di Tol Cipali Senin Malam Makin Ramai, Pengemudi Diminta Istirahat Jika Mengantuk
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Antrean 18 Km di Puncak, Pemudik Disarankan Ambil Jalur Jonggol dan Sukabumi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.