Kim Jong-Un Tegaskan Status Nuklir Korea Utara Tak Berubah, Ancam Korea Selatan

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un mengatakan, negaranya akan secara permanen memperkuat kekuatan nuklirnya dan memperlakukan Korea Selatan sebagai negara yang paling bermusuhan.

Kim Jong-un menyampaikan prioritas kebijakan dalam pidatonya di parlemen, seperti yang dilaporkan media pemerintah KCNA pada Selasa 24 Maret 2026.

Kim mengatakan, status Pyongyang sebagai negara bersenjata nuklir tidak dapat diubah dan memperluas "penangkal nuklir pertahanan diri" sangat penting untuk keamanan nasional, stabilitas regional, dan pembangunan ekonomi.

Ia menolak gagasan bahwa pelucutan senjata nuklir dapat ditukar dengan keuntungan ekonomi atau jaminan keamanan, dengan mengatakan Korea Utara telah membuktikan bahwa mempertahankan kekuatan nuklir sambil mengejar pembangunan adalah pilihan strategis yang tepat.

Senjata nuklir telah mencegah perang dan memungkinkan negara untuk memfokuskan sumber daya pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan, dan standar hidup, katanya dalam pidatonya pada hari Senin di Majelis Rakyat Tertinggi, badan legislatif negara yang dikelola komunis tersebut.

Kim Jong-Un menuduh Amerika Serikat dan sekutunya telah mengacaukan kawasan dengan mengerahkan aset nuklir strategis di dekat Semenanjung Korea, tetapi mengatakan Korea Utara tidak lagi menganggap dirinya sebagai negara yang terancam dan memiliki kekuatan untuk mengancam negara lain jika perlu.

Dia mengatakan Korea Selatan telah "diakui sebagai negara yang paling bermusuhan" dan memperingatkan Seoul bahwa setiap upaya untuk melanggar kedaulatan Korea Utara akan ditanggapi "tanpa ampun, tanpa ragu-ragu atau menahan diri".

Komentar tersebut merupakan tanda terbaru dari sikap keras Pyongyang terhadap Seoul sejak Kim meninggalkan kebijakan selama beberapa dekade yang berupaya untuk reunifikasi damai dan mulai mendefinisikan kembali hubungan dengan Korea Selatan sebagai hubungan antara dua negara yang bermusuhan.

Para analis telah mengamati tanda-tanda bahwa perubahan ini telah dikodifikasi dalam hukum. Laporan media pemerintah tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Rencana Lima Tahun Selain kebijakan keamanan, Kim Jong-Un menguraikan prioritas ekonomi, menyerukan kepada para pejabat untuk sepenuhnya menerapkan rencana pembangunan lima tahun baru yang berfokus pada modernisasi industri, peningkatan produksi listrik dan batubara, peningkatan produksi pangan, dan perluasan pembangunan perumahan di seluruh negeri.

Korea Utara adalah salah satu negara termiskin di dunia, dengan ekonomi yang sangat terdampak sanksi dan kekurangan kronis yang menyebabkan sebagian besar penduduknya bergantung pada jatah negara dan pasar informal, menurut penilaian internasional.

“Sidang parlemen mengadopsi amandemen konstitusi dan mengesahkan undang-undang yang mendukung rencana ekonomi lima tahun yang baru,” kata KCNA.

Para anggota parlemen juga menyetujui anggaran negara tahun 2026 yang meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi 15,8 persen dari total pengeluaran, dengan pendanaan yang secara eksplisit dialokasikan untuk memperluas pencegahan nuklir dan kemampuan perang, menurut laporan anggaran terpisah yang dirilis pada sidang tersebut.

Sidang tersebut mendengarkan pesan ucapan selamat dari Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memuji kepemimpinan Kim dan berjanji untuk memperdalam kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Pyongyang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Nagan Raya Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Kencang
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Arus Balik Kekuasaan: Membersihkan Diri atau Dibersihkan!
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Menhub minta pengusaha angkutan logistik patuhi pembatasan operasional
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Drone Iran Serang Industri Kedirgantaraan Israel dan Unit Pengintaian AS!
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Sejarah Bulgaria, Lawan Terkuat Indonesia di FIFA Series 2026: Peringkat Keempat Piala Dunia 1994 dan Peraih Medali Perak Olimpiade 1968
• 8 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.