Mantan Suami Panik Usai Bunuh Mpok Nori, Tinggalkan Bukti Kunci di TKP, Karpet Dibawa Kabur

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad panik usai membunuh mantan istri sirinya yang juga merupakan cucu Mpok Nori, Dwintha Anggary, di kontrakan korban di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (20/3/2026).

Pelaku yang merupakan warga negara Irak ini justru meninggalkan pisau yang digunakannya untuk membunuh Dwintha.

Sementara, Fuad membawa kabur gulungan karpet dengan bercak darah dan ponsel korban.

Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fechy J Ataupah, mengatakan, pisau berlumur darah itu ia tinggalkan di atas tumpukan sepatu.

Baca juga: Cucu Mpok Nori Sempat Dicari Keluarga: Pintu Kontrakan Terkunci, Sandal Enggak Ada

“Ditaruh aja gitu di atas,” ungkap Fechy saat ditemui wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/3/2026).

Fuad juga meninggalkan bajunya yang ikut terkena darah dari leher korban. Kedua barang bukti itu kini diamankan oleh kepolisian.

Baca juga: Terekam CCTV Bawa Karpet, Suami Siri Panik Setelah Bunuh Cucu Mpok Nori

Fechy mengatakan, Fuad mengambil ponsel milik Dwintha karena diyakini menyimpan bukti tuduhan perselingkuhan.

Ponsel itu disita kepolisian bersama dengan paspor korban yang dibawa Fuad dalam percobaan pelariannya ke Pulau Sumatera.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh Eks Suami Sirinya WN Irak

“Jadi katanya selain melihat tertangkap basah bersama pria lain, ada juga foto mesra. Cuma HP korban sampai saat ini belum kami buka karena tidak ada yang tahu password-nya,” jelas Fechy.

Terkait dugaan perselingkuhan, selanjutnya polisi akan mengonfirmasi kepada pihak keluarga yang rencananya akan dipanggil pekan ini.

Kini Fuad telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dengan Pasal 458 subsider Pasal 468 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, Dwintha yang merupakan cucu seniman legendaris Betawi, Mpok Nori, ditemukan tewas di kontrakannya pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya.

Karena tidak ada respons, sang adik mencoba masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah meninggal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jauh-jauh Datang, Pengunjung Gigit Jari Lihat Kebun Binatang Bandung Tutup
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Marak Aksi Main Hakim Sendiri, Sahroni: Polisi Harus Tanggap
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Moral di Atas Segalanya! Ini 10 Negara Moralitas Tertinggi, Ada RI?
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Skuat Garuda Lengkap! Elkan Baggott hingga Eliano Reijnders Sudah Merapat ke Jakarta Demi Gilas St. Kitts and Nevis
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Aniaya Kapibara dengan Tongkat dan Besi, 8 Orang Diringkus di Brasil
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.