EtIndonesia. Pada 22 Maret 2026, Israel melancarkan serangan udara ke Lebanon selatan dengan target Jembatan Qasmiyeh, daerah ini merupakan jalur utama penghubung desa-desa di wilayah Tyre dengan daerah utara lainnya.
Menurut laporan pada 23 Maret 2026, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, dalam wawancara dengan media Al Hadath pada 22 Maret, menuduh bahwa Korps Garda Revolusi Islam saat ini sedang mengarahkan Hezbollah untuk melakukan aksi militer terhadap Israel. Hal ini, menurutnya, membuat Lebanon terseret ke dalam perang Iran tanpa alasan yang jelas.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, berbicara kepada para jurnalis yang bekerja untuk media asing dan kantor berita di Istana Pemerintah di Beirut pada 3 Desember 2025. (Foto oleh JOSEPH EID / AFP via Getty Images)Salam mengatakan bahwa Hezbollah mengklaim serangan terhadap Israel sebagai balasan atas kematian mantan pemimpin Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Namun, ia menegaskan bahwa hal ini justru menyeret Lebanon ke dalam konflik Iran.
Ia juga menyinggung insiden awal bulan ini ketika sebuah drone buatan Iran menyerang pangkalan Inggris di Siprus. Menurutnya, aksi tersebut dilakukan oleh IRGC. Ia menambahkan bahwa sejumlah anggota IRGC masuk ke Lebanon menggunakan paspor palsu dan mengarahkan Hezbollah dari dalam negeri untuk menyerang Israel.
Salam menyatakan bahwa kerja sama antara IRGC dan Hezbollah dalam melawan Israel merupakan bukti bahwa IRGC mengendalikan operasi militer di Lebanon.
Pemerintah Lebanon bulan ini juga mengambil langkah tegas dengan melarang seluruh aktivitas IRGC di wilayahnya. Selain itu, pemerintah secara tidak biasa juga melarang Hezbollah melakukan aksi militer dan menuntut agar kelompok tersebut menyerahkan senjata untuk dikelola negara.
Israel Akan Perluas Operasi Darat terhadap Hezbollah
Dari pihak Israel, Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Eyal Zamir, menyatakan bahwa militer akan memperluas operasi darat di Lebanon terhadap Hezbollah yang didukung Iran. Ia memperingatkan bahwa ofensif ini “baru saja dimulai”.
Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, dalam konferensi pers televisi juga mengatakan bahwa pertempuran melawan Iran dan Hezbollah diperkirakan akan berlangsung selama “beberapa minggu”.
Selain itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat mengunjungi kota Arad di selatan Israel yang sebelumnya terkena serangan rudal Iran, menyatakan akan “secara pribadi” memburu para pemimpin tinggi IRGC. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





