Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim bahwa AS telah mengadakan diskusi "intens" dengan otoritas Iran, dan mengatakan bahwa "perubahan rezim" sedang terjadi di Iran.
"Apa yang terjadi di Iran dapat digambarkan sebagai perubahan rezim," Kata Trump dalam wawancara telepon bersama CNBC, dikutip Selasa, 24 Maret 2026.
- Antara Foto
Dalam wawancara itu, Trump mengisyaratkan perubahan besar dalam upaya untuk menyelesaikan konflik tiga minggu tersebut.
Meskipun detil tentang pembicaraan yang diklaim masih belum jelas, seperti siapa yang ikut serta dan bagaimana atau di mana pembicaraan tersebut mungkin diadakan.
Tak lama usai unggahannya di media sosial Truth Social, Trump mengatakan kepada CNBC bahwa AS "sangat bertekad" untuk membuat kesepakatan dengan Iran, dan menyatakan harapan bahwa sesuatu yang substantif dapat dicapai melalui pembicaraan tersebut.
Berita tersebut menyusul pengumuman sebelumnya di Truth Social bahwa dia telah menginstruksikan militer untuk menghentikan serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, untuk memungkinkan kemajuan potensial diplomatik.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, dengan korban jiwa yang dilaporkan melebihi 1.300 orang.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan gangguan pada pasar global dan penerbangan. (Ant).





