New York: Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), berbalik arah dari awal sesi. Investor mencermati komentar Presiden AS Donald Trump tentang penyelenggaraan pembicaraan "produktif" dengan Iran.
Mengutip Xinhua, Selasa, 24 Maret 2026, indeks dolar yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,69 persen menjadi 98,958.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1607 dari USD1,1559 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3425 dari USD1,3337 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 158,45 yen Jepang, lebih rendah dari 159,22 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,7865 franc Swiss dari 0,7885 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga naik menjadi 1,3719 dolar Kanada dari 1,3707 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 9,3095 krona Swedia dari 9,3594 krona Swedia.
Baca juga: Dolar AS Bakal Kembali Perkasa di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
(Dolar AS. Foto: Freepik)
Pasar berharap de-eskalasi konflik Timur Tengah
Adapun, mengutip Investing.com, Wall Street mencatatkan kenaikan yang signifikan pada perdagangan Senin sementara harga minyak anjlok setelah Trump menunda sementara serangan rudal terhadap infrastruktur penting Iran menyusul diskusi "produktif" dengan Teheran.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan pembicaraan selama dua hari terakhir adalah tentang mengatur "resolusi lengkap dan total" untuk perdamaian.
Trump mengatakan dia telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Namun, media pemerintah Iran mengatakan Teheran belum melakukan diskusi secara langsung dengan AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menolak klaim adanya pembicaraan apa pun dan mengatakan posisi negara itu mengenai Selat Hormuz dan prasyarat untuk mengakhiri perang tetap sama seperti sebelumnya.
Menurut Wall Street Journal, kantor berita Fars Iran melaporkan tidak ada komunikasi langsung atau tidak langsung dengan AS. Fars menambahkan Trump telah menarik kembali rencananya untuk menargetkan pembangkit listrik Iran setelah ancaman Iran untuk membalas dengan serangan terhadap lokasi serupa di Asia Barat.
"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat, sangat intens. Kita lihat saja hasilnya. Kami memiliki poin-poin kesepakatan utama. Menurut saya, pembicaraan berjalan dengan sempurna," kata Trump kepada wartawan.
"Kita memiliki peluang yang sangat serius untuk mencapai kesepakatan. Itu tidak menjamin apa pun. Kita sedang berada di ambang kemungkinan nyata untuk mencapai kesepakatan. Tetapi sekali lagi, saya tidak menjamin apa pun," tambah Presiden.




