JAKARTA, KOMPAS - Brigadir Fajar Permana, anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meninggal dalam tugas pengamanan Lebaran. Ia diduga mengalami kelelahan parah setelah berjaga sepanjang hari pertama Idul Fitri 1447 H.
Kabar duka itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto. Fajar diduga mengalami kelelahan fisik yang luar biasa dan gangguan pernapasan setelah berjaga di titik-titik pelayanan masyarakat.
"Beliau berpulang usai menjalankan tugas negara. Dugaan sementara, kondisi fisiknya menurun drastis akibat kelelahan setelah bertugas maraton di lapangan guna melayani masyarakat," kata Budi pada Selasa (24/3/2026).
Fajar kepada rekannya di Asrama Polisi Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, mengeluhkan kondisi fisik setelah bertugas sepanjang hari pertama Lebaran. Ia lelah dan sesak napas.
Prajurit bhayangkara itu sempat meminta dikerok. Namun, kondisinya tak kunjung membaik sehingga dibawa ke Rumah Sakit Helsa Ciputat.
Kondisi Fajar semakin menurun. Ia tidak sadarkan diri. Nyawanya pun tidak tertolong hingga dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Kematian Fajar dalam tugas pengamanan Lebaran yang berlangsung 13-25 Maret menjadi atensi. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi mengevaluasi operasional, khususnya pemeriksaan kondisi kesehatan petugas agar kejadian serupa tak terulang kembali.
Budi menyebut, Bidang Kedokteran dan Kesehatan telah diminta lebih proaktif sebagai langkah preventif. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara rutin di pos-pos pengamanan Lebaran.
"Langkah ini diambil untuk memastikan setiap anggota tetap dalam kondisi prima di tengah tingginya tensi tugas selama masa arus mudik dan balik Lebaran," ucap Budi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terpisah memberikan penghargaan atas dedikasi Fajar hingga akhir hayat hidupnya. Ia akan diberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta jadi Brigadir Polisi Kepala (Bripka).
Untuk diketahui, Polda Metro Jaya dalam pengamanan Lebaran, Operasi Ketupat Jaya selama 13-25 Maret 2026 mengerahkan 6.800 petugas.
Selain dari TNI/Polri, petugas dari instansi terkait disebar ke 101 pos pelayanan. Ada pos pengamanan, pos pelayanan, pos terpadu, dan pos pantau di ruas-ruas jalan yang diprediksi akan mengalami lonjakan pemudik.





