REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen Mar Endi Supardi memimpin upacara persemayaman dan pelepasan jenazah dua prajurit korban Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2026). Kedua korban itu adalah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio dan Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra.
Keduanya gugur dalam melaksanakan tugas negara menjaga kedaulatan di Papua. Khusus Pratu Elki, lebih dulu diberangkatkan menuju kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat, untuk dimakamkan secara militer.
Baca Juga
Kemenhan dan TNI Efisiensi BBM, Termasuk Operasional Alutsista
KSAL Ungkap 100 Prajurit TNI AL Dilatih Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi
Jabatan Kaster TNI, Dihapus 25 Tahun Lalu Kini Dihidupkan Lagi
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menjelaskan, kedua prajurit Marinir itu gugur sebagai kusuma bangsa dalam menjaga kedaulatan. Baik Pratu Andi maupun Elki menjadi sasaran baku tembak dengan OPM.
"Saat ini fokus utama kami adalah memberikan penghormatan terakhir yang layak kepada para patriot negara, serta memastikan seluruh hak-hak almarhum dan keluarga yang ditinggalkan terpenuhi dengan baik," ucap Tunggul di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Adapun rangkaian upacara berlangsung dengan khidmat, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian, loyalitas, dan pengorbanan almarhum kepada bangsa dan negara. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Letkol Marinir Muhammad Kristian Widiantoro dan komandan upacara Lettu Marinir Wilman Marbun.