JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah pemudik memilih kembali ke Jakarta lebih awal untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026. Namun, kepadatan ternyata tetap tidak terhindarkan.
Salah satunya Anindhita (35), pemudik asal Yogyakarta yang baru tiba di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, bersama anaknya.
Baca juga: Gambir Diserbu Arus Balik, Penumpang dari Jatim dan Jogja Padati Stasiun
Ia memilih pulang lebih awal demi menghindari kepadatan, terlebih karena membawa anak kecil.
“Baru sampai tadi pagi. Saya pilih balik sekarang biar enggak terlalu padat pas puncaknya. Soalnya bawa anak, takut terlalu capek kalau berdesakan,” ujar Anindhita saat ditemui Kompas.com di salah satu kursi ruang tunggu Stasiun Gambir, Selasa (24/3/2026) pagi.
Meski berupaya menghindari puncak arus balik, Anindhita mengaku kondisi stasiun tetap ramai.
Baca juga: Bukan Pegawai Pulang Kerja, Stasiun Manggarai Dipadati Penumpang Liburan
“Ternyata tetap ramai juga. Tadi sempat muter cari kursi, akhirnya duduk di pinggir sambil jagain koper dan anak,” kata dia.
Hal serupa disampaikan Dipta (27), pemudik asal Surabaya, Jawa Timur, yang memilih kembali lebih awal karena harus segera kembali bekerja.
Menurut dia, kereta yang ditumpanginya hampir penuh, menandakan banyak pemudik lain memiliki strategi serupa.
“Di kereta sudah padat, sampai sini juga ramai. Mungkin banyak yang pikirannya sama, hindari puncak,” ucap dia.
KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Suasana arus balik penumpang kereta antar kota di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2026).
Sementara itu, pasangan suami istri Usman (33) dan Sekar (30) membagi waktu mudik ke dua lokasi, yakni ke keluarga suami di Cirebon dan keluarga istri di Semarang.
“Kemarin Lebaran di rumah orangtua suami dulu di Cirebon, habis itu lanjut ke Semarang ke orangtua saya,” kata Sekar.
Usman menambahkan, padatnya jadwal membuat mereka memilih kembali lebih awal ke Jakarta.
Meski demikian, ia mengaku tetap harus berhadapan dengan keramaian di stasiun.
“Ternyata sama saja, tetap ramai. Apalagi bawa koper banyak, jadi harus ekstra jaga barang,” kata Usman.
Penumpang lainnya, Rangga (27), yang baru tiba dari Solo, juga memilih kembali lebih cepat karena alasan pekerjaan.
“Cuti sudah habis, jadi harus balik sekarang. Kalau nunggu puncak malah takut telat kerja,” ujar Rangga.
Ia mengaku sudah memperkirakan kepadatan, namun tetap terkejut dengan kondisi di lapangan.
“Kirain masih agak lengang, tapi ternyata sudah padat. Tadi antre keluar stasiun juga lumayan,” ucap Rangga.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memprediksi puncak arus balik di wilayah Ibu Kota akan terjadi pada Selasa (24/3/2026) atau H+3 Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang