Beda Klaim AS & Iran soal Pembicaraan Damai di Tengah Ancaman Serangan

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat dan Iran saling bertentangan soal klaim pembicaraan damai. Presiden AS Donald Trump menyebut ada kesepakatan besar dari dialog terbaru, sementara Teheran menegaskan tidak ada negosiasi yang berlangsung.

Sebelumnya, ancaman Donald Trump pada akhir pekan untuk menghantam dan menghancurkan pembangkit listrik serta infrastruktur energi Iran jika pelayaran di Selat Hormuz tidak dibuka bebas memicu kekhawatiran eskalasi konflik dan potensi krisis ekonomi global. Iran juga mengancam akan menyerang infrastruktur di seluruh Timur Tengah sebagai balasan.

Pada Senin (23/3/2026), Trump menyampaikan serangkaian pernyataan yang menunjukkan peluang perundingan. Dia mengatakan telah memperpanjang tenggat ultimatum selama lima hari setelah menyebut adanya percakapan yang sangat baik dan produktif antara kedua pihak dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga : Harga Emas Melemah, Pasar Cermati Beda Klaim AS dan Iran soal Konflik

Trump juga mengatakan utusan Timur Tengah AS Steve Witkoff serta penasihat dekat sekaligus menantunya Jared Kushner telah melakukan pembicaraan yang “sangat kuat” dengan pihak Iran sehari sebelumnya.

“Kita lihat saja hasilnya. Kami memiliki poin-poin kesepakatan besar, saya kira hampir semua poin sudah disepakati,” kata Trump dikutip dari The Guardian, Selasa (24/3/2026)

Trump menambahkan bahwa Washington akan memberikan waktu lima hari untuk melihat perkembangan pembicaraan tersebut. 

“Saya pikir pada akhir periode ini, sangat mungkin akan tercapai kesepakatan yang baik bagi semua pihak,” ujarnya.

Seorang pejabat Eropa mengatakan belum ada negosiasi langsung antara kedua negara. Namun, sejumlah negara seperti Mesir, Pakistan, dan negara-negara Teluk dilaporkan menjadi perantara penyampaian pesan antara Washington dan Teheran.

Seorang pejabat Pakistan dan sumber lain mengatakan kepada Reuters bahwa pembicaraan langsung untuk mengakhiri perang kemungkinan digelar di Islamabad pekan ini.

Dalam komentarnya, Trump tidak menjelaskan dengan siapa pemerintah AS berkomunikasi di Iran. Dia hanya menyebut Washington berhubungan dengan sosok yang dianggap sebagai pemimpin yang paling dihormati, namun menegaskan AS tidak berbicara dengan pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei.

Sementara itu, seorang pejabat senior Iran mengatakan AS telah meminta pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf. Meski demikian, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran belum memutuskan apakah akan menerima usulan pembicaraan tersebut.

Qalibaf sendiri menyebut kabar tersebut sebagai “berita palsu” yang digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak.

Sebelumnya, kantor berita Fars News Agency yang berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga membantah adanya komunikasi dengan AS, baik secara langsung maupun tidak langsung.

IRGC bahkan menyatakan akan meluncurkan serangan baru terhadap target-target AS dan menyebut pernyataan Trump sebagai “operasi psikologis” yang tidak memengaruhi perlawanan Teheran.

Kantor berita negara IRNA mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang mengatakan beberapa negara sahabat memang menyampaikan pesan bahwa AS ingin membuka pembicaraan untuk mengakhiri perang, tetapi belum ada perundingan yang benar-benar terjadi.

Meski menghadapi lebih dari tiga pekan ofensif gabungan AS dan Israel, Iran tetap menunjukkan sikap tegas terhadap ancaman Trump.

Menanggapi ultimatum yang disampaikan Washington pada Minggu, Teheran mengancam akan menargetkan pembangkit listrik yang memasok pangkalan militer AS di Timur Tengah, fasilitas desalinasi penting di negara-negara Teluk, serta meningkatkan serangan terhadap Israel.

Setelah Trump memperpanjang tenggat ultimatum tersebut, televisi pemerintah Iran menayangkan grafik yang menyatakan bahwa “presiden AS mundur setelah peringatan tegas Iran.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inggris Siapkan Skema Penjatahan BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi Global
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
[FULL] Kisah Warga Rayakan Lebaran di Istana Bareng Presiden Prabowo | BREAKING NEWS
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Kecelakaan Mobil Travel Pulang Mudik Masuk Jurang di Majalengka, 6 Orang Sekeluarga Tewas
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Iran Tembak Jatuh Jet F-15 Dekat Selat Hormuz
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mobil Bensin Terancam Tamat Gara-Gara Temuan Peneliti Korsel
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.