Pemerintah Inggris tengah meninjau rencana penjatahan darurat bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gangguan pasokan energi global.
Skema ini mencakup pembatasan pembelian bensin dan solar hingga 30 pound sterling per transaksi, serta prioritas distribusi untuk layanan vital.
Dalam rencana tersebut, sektor-sektor penting seperti National Health Service (NHS) dan kepolisian akan mendapatkan akses utama terhadap pasokan bahan bakar apabila terjadi krisis.
Dilansir dari Mirror pada Selasa (24/3/2026), kekhawatiran terhadap kemungkinan penjatahan meningkat seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Situasi kian kompleks setelah Iran dilaporkan memblokir Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Ketegangan dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas strategis Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas dengan serangan oleh Teheran ke sejumlah target di kawasan.
Perusahaan teknologi otomotif, Regit, melaporkan bahwa pemerintah Inggris menegaskan langkah ini masih bersifat pencegahan, bukan indikasi krisis pasokan dalam waktu dekat.
Dan Tomlinson anggota parlemen dari Partai Buruh menyatakan bahwa pemerintah masih memantau perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Saat ini masih terlalu dini untuk memastikan dampak krisis ini dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, lonjakan harga energi sudah mulai dirasakan masyarakat, khususnya untuk kebutuhan pemanas rumah berbasis minyak.
“Dalam dua minggu terakhir terjadi kenaikan tajam biaya minyak pemanas. Pemerintah telah mengalokasikan dukungan sebesar 50 juta pound untuk membantu masyarakat yang terdampak,” kata Tomlinson.
Pemerintah juga telah mengonfirmasi tengah mengkaji ulang rencana darurat energi nasional guna memastikan perlindungan terhadap layanan publik jika terjadi gangguan signifikan pada rantai pasok global.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan respons cepat apabila krisis energi semakin memburuk.
Sementara itu, harga bahan bakar di Inggris terus merangkak naik. Harga solar tercatat mencapai 160,3 pence per liter. Sedangkan bensin tanpa timbal berada di level 141,5 pence per liter—tertinggi dalam sekitar 18 bulan terakhir. (saf/faz)




