Mohammad Bagher Ghalibaf Ketua Parlemen Iran membantah pihaknya sedang berunding dengan Amerika Serikat (AS) dan menyebut kabar tersebut sebagai “berita palsu” untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial.
“Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat. Laporan berita palsu tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta untuk melarikan diri dari kekacauan yang menjebak AS dan Israel,” kata Ghalibaf melalui sosial media X.
Dilansir dari Antara, Ghalibaf menyatakan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang “penuh dan menimbulkan penyesalan” bagi para agresor, sementara semua pejabat berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.
Sebelumnya, Donald Trump Presiden AS mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan.
Trump mengatakan, hal tersebut didasari dialog dengan Teheran selama dua hari belakangan berlangsung “sangat baik dan produktif”.
Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Serangan militer Iran itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.(ant/ris/ham)




