Bisnis.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membahas program gentengisasi.
Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya mengusulkan agar genteng dari Plered, Kabupaten Purwakarta, juga digunakan, tidak hanya dari Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Selama ini genteng dari Jatiwangi sudah digunakan dalam program tersebut. Namun produksi genteng dari daerah lain di Jawa Barat juga perlu dilibatkan.
"Hari ini saya di Jakarta ketemu Pak Menteri, ngurusin genteng. Itu bukan hanya dari Majalengka, tapi juga ada genteng dari Purwakarta, yaitu genteng Plered," ujar Dedi Mulyadi dikutip Selasa (24/3/2026).
Menurutnya jika lebih banyak daerah dilibatkan, maka manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh para perajin genteng di Jawa Barat.
Sementara itu, Maruarar Sirait mengatakan distribusi genteng dari Jawa Barat berjalan baik. Ia menyebut kualitas genteng sudah sesuai dan harganya juga terjangkau.
Baca Juga
- Cirebon Dilintasi 766.574 Kendaraan, Arus Balik Tak Setinggi Mudik
- H+1 Lebaran: Kota Bandung Mulai Dipadati Wisatawan, Jalur Perbatasan Padat Merayap
- Open House Gubernur Jabar Ramai, Warga Rela Antre Demi Bertemu Dedi Mulyadi
"Kemarin hasilnya bagus, kualitasnya baik, harganya masuk. Awalnya ada 14 truk, nanti bulan ini disiapkan jadi 600 truk," katanya.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah distribusi itu ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026. "600 truk di bulan Mei," katanya.
Saat ini, pemerintah masih menyiapkan produksi dan pengiriman genteng agar bisa memenuhi kebutuhan program perumahan.
Diketahui, program gentengisasi ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas rumah masyarakat, sekaligus membantu usaha genteng lokal agar terus berkembang.
Sebelumnya diberitakan, gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggantian atap rumah berbahan seng dan asbes dengan genteng mendapat respons positif dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, kebijakan tersebut sejalan dengan arah penataan permukiman yang selama ini telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dia menilai penggunaan genteng sebagai material atap rumah bukanlah hal baru di wilayahnya.
"Jawa Barat itu dari dulu sudah mengkritisi rumah yang pakai asbes dan seng, karena secara tampilan tidak sesuai dengan prinsip estetika," ujar Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/2/2026).





