Pemilik Platform Konten Porno OnlyFans yang Meninggal karena Kanker, Pernah Diberitakan Sumbang Israel Rp 187 Miliar

realita.co
8 jam lalu
Cover Berita

LOS ANGELES (Realita) - Leonid Radvinsky, miliarder pemilik platform konten berlangganan OnlyFans, dikabarkan meninggal dunia pada usia 43 tahun.

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak perusahaan pada hari Senin waktu setempat.

Baca juga: Konglomerat Pemilik Platform Konten Dewasa OnlyFans Meninggal di Usia 43 karena Kanker

"Kami sangat sedih mengumumkan wafatnya Leo Radvinsky. Leo meninggal dunia dengan tenang setelah perjuangan panjang melawan kanker," ujar juru bicara perusahaan dalam pernyataan resminya dikutip dari APNews.

Berdasarkan laporan investigasi The Lever pada awal 2024, Leonid Radvinsky, pemilik mayoritas platform OnlyFans, bersama istrinya dilaporkan menjanjikan donasi sebesar USD 11 juta (sekitar Rp187 miliar) kepada American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), sebuah kelompok lobi pro-Israel terkemuka di Amerika Serikat. 

Dokumen internal AIPAC menunjukkan bahwa janji donasi senilai USD 11 juta tersebut diberikan setelah tanggal 7 Oktober 2023, menjadikannya salah satu donatur individu terbesar.

Meskipun namanya muncul dalam dokumen internal sebagai "anonim", Leonid Radvinsky secara tegas membantah keterlibatan pribadinya dalam donasi tersebut. "Saya tidak menyumbang atau menjanjikan $11 juta," kata Radvinsky dalam pernyataannya kepada The Lever.

Radvinsky dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang tampil di depan publik. Namun, pengaruhnya sangat besar setelah mengakuisisi OnlyFans pada 2018. Ia berhasil mengubah model bisnis industri konten dewasa menjadi berbasis langganan yang memungkinkan kreator memonetisasi karya mereka secara langsung kepada penggemar.

Pihak keluarga telah meminta privasi dalam masa berkabung ini. Tidak disebutkan jenis kanker apa yang dialami Radvinsky sebelum tutup usia.

Kanker, penyakit yang merenggut nyawa Radvinsky di usia yang relatif muda, merupakan kondisi medis yang terjadi ketika sel-sel di bagian tubuh tertentu tumbuh dan mereplikasi diri secara tidak terkendali.

Secara normal, sel-sel tubuh tumbuh dan membelah untuk membentuk sel baru sesuai kebutuhan tubuh. Ketika sel-sel tersebut menua atau rusak, mereka akan mati dan digantikan oleh sel baru. Namun, pada pasien kanker, proses ini terganggu.

Hingga saat ini, kanker tetap menjadi salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Para ahli medis menekankan bahwa peluang kesembuhan akan jauh lebih tinggi jika kanker dideteksi pada stadium awal.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin (medical check-up) dan peka terhadap perubahan kecil pada tubuh seperti benjolan yang tidak biasa atau nyeri yang menetap sangatlah krusial untuk mendeteksi kanker.ik

 

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Elon Musk Rancang TeraFab, Pabrik Chip Terbesar di Dunia
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Minyak Dunia Tembus US$112, Analis Peringatkan Pertanda Buruk Bagi Ekonomi Global
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Sempat Lebaran di Rumah, Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji Bakal Kembali Jadi Penghuni Rutan KPK
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pelabuhan Bakauheni Mulai Dipadati Pemudik Arus Balik
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Setelah 8 Tahun Vakum, Meghan Markle Kembali Berakting
• 3 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.