Lampung: Aktivitas pergerakan penumpang kapal yang akan melakukan arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mulai menunjukkan peningkatan pada Senin, 23 Maret 2026. Sejak Minggu, 22 Maret hingga Senin sore, trafik di Pelabuhan Bakauheni terpantau mulai ramai, baik penumpang pejalan kaki maupun kendaraan.
“Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas, untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak,” ujar General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, di Lampung Selatan, Senin, 23 Maret 2026, melansir Antara.
Suasana saat sejumlah kendaraan pemudik arus balik di kantong parkir dermaga reguler, Pelabuhan Bakauheni, Lampung. ANTARA/Riadi Gunawan
Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam, tercatat 146 trip kapal dengan total penumpang mencapai 51.751 orang atau meningkat 30,5 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan mencapai 14.094 unit atau naik signifikan 45,3 persen.
“Kenaikan paling mencolok terjadi pada sepeda motor yang mencapai 5.248 unit atau meningkat 59,4 persen, diikuti kendaraan roda empat sebanyak 7.407 unit atau naik 27,9 persen. Sementara itu, kendaraan logistik tercatat 1.202 unit atau melonjak 189,6 persen, serta bus sebanyak 237 unit atau meningkat 19,7 persen,” ungkap dia.
Dia memastikan operasional berjalan optimal dengan skenario pengendalian yang adaptif. Adapun skema pengalihan kendaraan pada arus balik telah mulai diterapkan. Arus menuju Jawa dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, dan VIA.
Baca Juga :
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk Diprediksi Mulai 26 Maret"Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti,” ujar dia.
Dia menerangkan, pengelolaan layanan dermaga dilakukan secara fleksibel melalui skema multi-dermaga, baik untuk penumpang pejalan kaki maupun kendaraan, guna menjaga distribusi tetap merata dan ritme layanan stabil di tengah peningkatan volume.




