TPA Sarimukti Dibuka, Sampah di Bandung Berangsur Normal, Alhamdulillah

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memastikan penanganan sampah pada H+2 Lebaran atau Senin (23/3/2026) mulai berangsur normal.

Hal itu ditandai dengan kembali dibukanya pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, setelah sempat terhenti pada hari H dan H+1 Lebaran.

BACA JUGA: TPA Sarimukti Libur Saat Lebaran, Pemkot Bandung Siapkan Skema Darurat Atasi Persoalan Sampah

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan pada H+2 proses pengangkutan sampah sudah kembali berjalan, sehingga penanganan di tingkat TPS dan ruas jalan mulai dapat dilakukan secara optimal.

"H plus dua kemarin sebetulnya kami sudah mulai bisa mengirimkan lagi sampah ke Sarimukti. Alhamdulillah, jadi penanganan di TPS-TPS dan di rute jalan sudah mulai bisa dilakukan kembali," kata Salman, Selasa (24/3/2026).

BACA JUGA: DLH Jabar Bantah Ada Pengurangan Sampah ke TPA Sarimukti

Dia menjelaskan, pada Hari H Lebaran dan H+1, TPA Sarimukti tidak menerima kiriman sampah karena libur operasional.

Hal itu berdampak pada tertahannya pengangkutan di sejumlah titik.

BACA JUGA: Sampah di TPA Sarimukti Longsor

"Pada saat Hari H itu TPA tutup, kemudian H+1 karena hari Minggu memang tidak menerima kiriman sampah. Baru pada H+2 kita sudah bisa kirim kembali ke Sarimukti," jelasnya.

Pada H+2, DLH mengerahkan 1.025 personel yang terdiri dari 619 petugas penyapu dan 406 petugas angkutan.

Mereka didukung 134 unit armada, meliputi 66 truk, 7 pikap, 57 motor sampah, 2 'road sweeper', serta 2 alat berat.

Penanganan difokuskan di 71 titik pantau di seluruh Kota Bandung, terutama di kawasan dengan aktivitas tinggi seperti pusat kota, destinasi wisata, pasar, dan ruas jalan utama.

Selain itu, DLH juga melakukan pemantauan aktif di 66 titik strategis.

DLH juga melakukan pemantauan aktif di 66 titik strategis yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan pusat kota seperti Alun-alun, Braga, Gasibu, dan Asia Afrika yang mengalami lonjakan aktivitas wisatawan.

"Secara visual memang ada peningkatan karena kunjungan wisatawan ke pusat kota cukup tinggi. Kami lihat di Asia Afrika dan Braga sampai malam masih ramai," ucapnya.

Meski demikian, dia mengakui penanganan sampah pada H+2 belum sepenuhnya tuntas.

Hal itu disebabkan keterbatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti, sehingga tidak semua TPS dapat langsung dibersihkan secara menyeluruh.

"Memang belum seluruh TPS itu 'clear'. Tapi yang penting tidak meluber ke jalan, tidak mengganggu lalu lintas. Jadi kita kendalikan supaya tetap aman," ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, DLH mengerahkan tim taktis berjumlah 25 personel dengan dukungan armada seperti truk, pikap, motor sampah, 'road sweeper', dan alat berat. Tim ini difokuskan pada titik-titik dengan potensi penumpukan tinggi.

Di sisi lain, fasilitas pengolahan sampah juga mulai kembali beroperasi.

TPST Babakan Siliwangi dan fasilitas pengolahan di Gedebage telah menerima input sampah.

"Di Gedebage sudah menerima input hampir 8 ton. Ini cukup positif karena pengolahan juga sudah berjalan kembali," ungkapnya.

Pengolahan di TPS 3R dan TPS skala lingkungan yang dikelola kewilayahan maupun kelompok swadaya masyarakat (KSM) juga mulai kembali optimal, membantu mengurangi beban pengangkutan ke TPA.

Memasuki H+3 Lebaran, DLH menargetkan kondisi penanganan sampah semakin normal, dengan 80–85 persen personel telah kembali bekerja seperti biasa.

Fokus penanganan pun mulai bergeser pada pembersihan titik-titik pembuangan liar yang muncul selama periode Lebaran.

"Kami akan menyisir titik-titik yang tiba-tiba jadi tempat buang sampah liar. Kalau dibiarkan, itu akan memicu timbulan sampah yang lebih besar," jelasnya.

Penyisiran ini dilakukan bersama aparat kewilayahan, terutama di kawasan wisata dan pusat aktivitas masyarakat, guna menjaga kenyamanan pengunjung.

DLH mencatat, volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, penanganan sampah dari H-1 hingga H+2 menunjukkan intensitas tinggi dengan total 263 titik pantau, 2.266 personel, dan 423 armada.

Perinciannya, pada H-1 terdapat 66 titik pantau dengan 926 personel dan 127 armada, Hari H sebanyak 17 titik dengan 200 personel dan 47 armada, H+1 meningkat menjadi 108 titik dengan 445 personel dan 115 armada, serta H+2 sebanyak 71 titik dengan 1.025 personel dan 134 armada.

Dengan kembali normalnya pengangkutan ke TPA, dukungan Gaslah dan Gober, serta optimalisasi fasilitas pengolahan, Ia optimistis kondisi kebersihan Kota Bandung akan terus membaik pasca perayaan Idulfitri. (mcr27/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengangkutan ke TPA Sarimukti Kembali Normal, Penumpukan Sampah Mulai Berkurang


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Beruntun 3 Mobil di Tol Pasteur Bandung, Arus Lalin Macet 5 Km
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Tercium Masuk Zona Degradasi, Sevilla Tak Pandang Bulu Pecat Pelatih Matias Almeyda
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Waspada Gelombang 2,5 Meter di Pantai Palabuhanratu
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Upaya Pembunuh Cucu Mpok Nori Kabur ke Mana-mana Akhirnya Gagal Juga
• 10 jam laludetik.com
thumb
Tol Cipali dilintasi 56 ribu kendaraan menuju Jakarta pada Senin malam
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.