Sukabumi: Kunjungan wisatawan ke kawasan pesisir Pantai Palabuhanratu dan sekitarnya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meningkat cukup drastis selama libur Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi itu mengakibatkan kepadatan volume kendaraan hingga berdampak terjadinya kemacetan di sejumlah titik menuju kawasan pantai Palabuhanratu dan sekitarnya.
Para pengunjung pun diingatkan waspada dengan tingginya gelombang laut karena berpotensi menyebabkan kecelakaan laut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ketinggian gelombang bisa mencapai 1,25-2,5 meter.
"Gelombang laut Palabuhanratu perlu menjadi perhatian serius. Ketinggian gelombang masuk kategori sedang. Ini tak boleh diabaikan," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi Agung Saptaji saat konferensi pers Operasi Ketupat Lodaya 2026 bersama Pemkab Sukabumi, BMKG, dan Polres Sukabumi di Pos Pengamanan Gadobangkong dikutip Media Indonesia, Selasa, 24 Maret 2026.
BMKG memaparkan kondisi cuaca di wilayah Sukabumi. Curah hujan saat ini relatif lebih rendah dibanding dengan wilayah lain, Kabupaten dan Kota Bogor, misalnya.
"Puncak pasang gelombang laut diprediksi terjadi pukul 11.00 WIB dan mulai surut pukul 16.00 WIB," katanya.
Baca Juga :
Banjir Rob Ancam Pesisir Timur Jambi hingga 26 Maret
Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengingatkan seluruh wisatawan agar mengutamakan keselamatan saat berlibur di kawasan pesisir pantai Selatan. Andreas mengatakan antusiasme masyarakat berkunjung ke Sukabumi pada libur Lebaran tahun ini relatif cukup tinggi.
"Hari ini, Selasa, merupakan puncak libur Lebaran. Kami mengimbau masyarakat yang berwisata ke Palabuhanratu untuk selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan," tegas Andreas.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi berupaya menciptakan suasana wisata yang damai, sejuk, dan aman bagi seluruh pengunjung. Namun, upaya itu tidak akan terwujud tanpa peran serta elemen lain, terutama Polri dan TNI serta instansi terkait.
Ilustrasi gelombang tinggi
"Kami mengapresiasi seluruh petugas gabungan yang terus bekerja menjaga keamanan selama Operasi Ketupat Lodaya 2026," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar mengapresiasi tingginya kunjungan wisatawan bertepatan libur panjang dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah. Namun Ali mengingatkan para pengunjung mengutamakan kewaspadaan, kehati-hatian, serta keselamatan di lokasi wisata.
"Kami optimistis tata kelola pariwisata Sukabumi terus membaik sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan," kata Ali.




