Polda Riau berduka atas meninggalnya salah satu putra Bhayangkara terbaiknya. Aipru Apendra gugur saat menjalankan tugasnya mengamankan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Anggota Banit Reskrim Polsek Kampar ini sempat dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (21/3) dini hari setelah mengeluhkan kelelahan hingga sesak napas. Namun sayang, Apendra dinyatakan meninggal dunia.
Kapolres Kampar AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang menjelaskan bahwa Aiptu Apendra ditugaskan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, sebagai mana tercantum dalam Surat Perintah Kepala Kepolisian Sektor Kampar Nomor: Sprin/35/III/2026/Sek Kpr tanggal 20 Maret 2026.
Boby menyebutkan almarhum ditugaskan untuk mengamankan malam takbiran di beberapa titik strategis: Mesjid Al-Iman Desa Bukit Ranah, Mesjid Taqwa Ranah Baru Desa Ranah, dan Jalan Raya Lapangan Kantor Camat Kelurahan Air Tiris. Namun, sebelum itu, rangkaian tugas yang padat telah menguras tenaganya selama kurang lebih tiga hari berturut-turut.
Sejak tanggal 13 Maret 2026, bahkan sebelum Operasi Ketupat secara resmi berjalan, Aiptu Apendra telah terjun penuh dalam operasi tersebut sejak 13 Marwt 2026. Ia jug aktif dalam patroli cipta kondisi, penertiban penyimpangan masyarakat, dan segala upaya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Kampar.
Ketika Operasi Ketupat Lancang Kuning resmi dibuka menjelang Idul Fitri, almarhum semakin giat menjalankan tugasnya. Pada Jumat (20/3/2026), mulai pukul 19.00 WIB, ia kembali bertugas mengamankan malam takbiran. Meskipun kondisi fisiknya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan akibat padatnya jadwal, Aiptu Apendra tidak pernah mengeluh atau meminta untuk diganti.
Hingga sekitar pukul 01.00 WIB pada hari Sabtu (21/3/2026), saat beliau masih bertugas di dekat Kantor Camat Kampar, almarhum akhirnya mengeluhkan rasa kelelahan yang luar biasa disertai sesak napas. Rekannya, Bripka Fitriadi Solihan, segera membawanya dengan kendaraan bermotor roda empat menuju Puskesmas Kampa untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Namun, dalam perjalanan, kondisi almarhum semakin memburuk hingga tidak sadarkan diri," kata Boby, Selasa (24/3/2026).
Sesampainya di Puskesmas Kampa, tim medis segera melakukan tindakan resusitasi (Cardiopulmonary Resuscitation/CPR), namun kondisi tidak membaik. Beliau langsung dirujuk ke Rumah Sakit Aulia Pekanbaru, dan sekira pukul 02.39 WIB, Aiptu Apendra dinyatakan telah meninggal dunia.
Lahir di Air Tiris pada 24 Februari 1984, Aiptu Apendra telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat. Sebagai Banit Reskrim Polsek Kampar, beliau dikenal sebagai sosok yang selalu berada di garis depan dalam setiap penyidikan kasus, selalu mendampingi anggota bawahannya, dan tidak pernah ragu untuk memberikan yang terbaik demi keadilan.
Kapolres menyampaikan dukacita atas meninggalnya almarhum. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja tinggi yang ditunjukkan alhmarhum semasa hidupnya.
"Kami juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum yang telah memberikan dukungan penuh selama beliau mengabdi. Semoga kisah dedikasi Aiptu Apendra akan terus menginspirasi generasi muda untuk turut serta membangun negeri ini dengan cinta dan pengorbanan," pungkasnya.
(mei/rdp)





