"Rest Area" Km 52B Ruas Tol Jakarta–Cikampek Ditutup Sementara

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS  - Tempat istirahat dan pelayanan atau rest area Kilometer atau Km 52B Ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek arah Jakarta ditutup sementara pada Selasa (24/3/2026). Kebijakan itu dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang memasuki tempat istirahat dan pelayanan pada periode arus balik Lebaran 2026.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (PT JTT), Ria Marlinda Paallo, dalam keterangan pers pada Selasa (24/3/2026), mengatakan, penutupan sementara Rest Area Km 52B dilakukan secara situasional. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang berada pada jalur utama tol.

Sistem buka tutup tersebut dilakukan agar antrean ke dalam tempat istirahat dan pelayanan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di jalur utama

“Penutupan sementara Rest Area KM 52B dilakukan untuk mengurangi potensi antrean kendaraan yang keluar masuk rest area yang dapat berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di jalur utama. JTT bersama Kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas secara berkala dan akan melakukan penyesuaian pengaturan secara situasional,” ujar Ria.

Sebelum ditutup, pada Senin (23/3/2026) kemarin, PT JTT telah menerapkan skema sistem buka tutup di Rest Area Km 52B arah Jakarta. Sistem buka tutup tersebut dilakukan agar antrean ke dalam tempat istirahat dan pelayanan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di jalur utama.

Baca JugaJalur Pantura, Jalur Legendaris Pemudik

PT JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans-Jawa untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan rest area lainnya yang tersedia di sepanjang jalan tol Jakarta - Cikampek. Pihaknya juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta mengikuti arahan petugas di lapangan dan rambu lalu lintas yang berlaku.

Skema satu arah

Masih di ruas tol Jakarta-Cikampek, kepolisian bersama PT JTT memberlakukan rekayasa lalu lintas lawan arus (contraflow) satu lajur dari Km 70 sampai Km 47 arah Jakarta di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 10.30 WIB. Skema tersebut diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan pada periode arus balik Lebaran.

“Pemberlakuan contraflow ini merupakan langkah antisipatif untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas pada periode arus balik. JTT bersama Kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas di lapangan dan akan melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas apabila diperlukan,” ujar Ria.

Sebelumnya, pada Senin (23/3/2026) malam, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah lokal pada ruas jalan tol Semarang - Solo dari Km 459 Salatiga hingga Km 420 Gerbang Tol Banyumanik pada pukul 22.17 WIB. Skema itu diterapkan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada arus balik Lebaran yang puncak gelombang pertama diperkirakan terjadi pada Rabu, 24 Maret 2026.

Baca JugaMenhub Ingatkan Truk Sumbu Tiga atau Lebih Dilarang Melintas 13-29 Maret 2026

Menurut Ria, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan. Hingga saat ini, PT JTT bersama Kepolisian dan instansi terkait terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas di sepanjang ruas tol Trans-Jawa dan akan melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Tidak hanya itu, rekayasa lalu lintas satu arah lokal juga diterapkan mulai dari Km 390 ruas jalan tol Batang–Semarang hingga Km 70 Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek pukul 20.00 WIB. Penerapan satu arah tersebut dilakukan atas diskresi Kepolisian.

 “PT JTT melalui PT Jasamarga Semarang Batang mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh Kepolisian dalam rangka mengurai kepadatan serta menjaga kelancaran arus kendaraan pada periode arus balik Idulfitri. Petugas kami di lapangan terus bersiaga untuk memastikan operasional jalan tol tetap berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Ria.

Ria menambahkan, koordinasi intensif terus dilakukan bersama kepolisian dan pemangku kepentingan lain dengan bersama-sama memantau perkembangan kondisi lalu lintas secara real-time. Ria memastikan, penyesuaian rekayasa lalu lintas akan kembali apabila diperlukan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengingatkan pengusaha angkutan barang agar tidak beroperasi menggunakan truk sumbu tiga atau lebih hingga 29 Maret 2026. Pembatasan itu dilakukan sejak 13 Maret ini untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Lebaran.

”Menghadapi arus balik Lebaran yang diprediksi terjadi dalam beberapa gelombang, kami menyerukan para pengusaha angkutan logistik tetap mematuhi ketentuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang. Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan seluruh pengguna jalan,” tutur Dudy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potret Kemacetan di Jalur Wisata Puncak Bogor, Antrean Kendaraan Mengular Panjang
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gubernur Khofifah Tutup Rangkaian Riyayan Idul Fitri 1447 H bersama 250 Pengemudi Ojol, Tegaskan Kepedulian dan Apresiasi Pekerja Sektor Informal
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Balik ke Rutan KPK, Yaqut: Alhamdulillah Bisa Sungkem ke Ibu Saya
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Sosok WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori, Ternyata Pedagang Parfum di Mangga Dua
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Silaturahmi Lebaran, Prabowo Telepon Presiden Palestina hingga MBS
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.