OJK Ungkap Efek Reformasi Galangan Kapal ala Menkeu Purbaya bagi Produk Asuransi

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mendorong regulasi dan insentif bagi kebangkitan industri galangan kapal nasional diharapkan turut mengerek kinerja industri asuransi, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan risiko di sektor tersebut. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menilai rencana tersebut berpotensi memberikan sentimen positif bagi ekosistem maritim, termasuk bagi industri asuransi.

“Peningkatan aktivitas pembangunan maupun perawatan kapal dapat membuka peluang bagi pengembangan berbagai produk asuransi yang terkait dengan sektor tersebut,” katanya dalam lembar jawaban RDK OJK Februari 2026, dikutip pada Selasa (24/3/2026).

Ogi meneruskan, beberapa lini yang berpotensi terdorong antara lain asuransi marine hull, marine cargo, serta produk asuransi yang terkait dengan kegiatan pembangunan dan operasional kapal.

“Dengan meningkatnya aktivitas di sektor maritim, industri asuransi dapat berperan dalam menyediakan perlindungan risiko yang mendukung keberlanjutan kegiatan usaha di sektor tersebut,” jelasnya.

Sebagai informasi, OJK mencatat bahwa pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp18,42 triliun, tumbuh 17,92% (year-on-year/YoY) per Januari 2026. Sementara itu, RBC asuransi umum dan reasuransi sebesar 323,47%.

Baca Juga

  • Reformasi Galangan Kapal ala Menkeu Purbaya, Saham-Saham Ini Langsung Bullish
  • OJK Prediksi Dampak Dinamika Pasar Global terhadap Investasi Dapen, Ini Kata ADPI
  • OJK Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Nasib Peserta?

Sebelumnya dikabarkan pemerintah mulai menggeber kebangkitan industri galangan kapal nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong regulasi dan insentif yang ditujukan untuk memangkas biaya pembangunan kapal dalam negeri sekaligus memacu permintaan dari BUMN dan swasta.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo bahwa pemerintah berencana memberikan berbagai kemudahan dan insentif guna mendorong pembangunan kapal di dalam negeri, termasuk kemudahan impor komponen tertentu serta insentif bagi pemesanan kapal baru di galangan domestik.

“Menteri Keuangan [Purbaya Yudhi Sadewa] akan memberikan kemudahan-kemudahan kepada galangan kapal dan pelayaran yang dapat membangun kapal-kapal di dalam negeri. Dengan itu ada kemudahan-kemudahan. Kemudahan berupa apa? Biar masuk bisa jadi 0% untuk banyak komponen-komponen. Dan untuk kapal-kapal, kapal baru yang membeli yang pesan juga nanti akan dapat insentif dan sebagainya. Kemudahan,” ujar Hashim.

Sejauh ini, industri pelayaran ini tahun lalu tumbuh sebesar 8,8%, artinya lebih besar daripada Produk Domestik Bruto atau PDB dan sektor pelayaran dan galangan kapal ini juga telah berkontribusi lebih dari 7,5% dari PDB.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Balik Meningkat, Penjualan Tiket KA Jarak Jauh Capai 101,2 Persen dari Kapasitas Lebaran
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gandeng Rusia, Vietnam Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daftar Wilayah Perlu Diwaspadai
• 54 menit laludisway.id
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolri Perintahkan Personel Antisipasi Cuaca Ekstrem Selama Arus Balik
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.