Bisnis.com, JAKARTA — Rusia dan Vietnam menandatangani perjanjian antarpemerintah untuk bekerja sama dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di Vietnam.
Melansir Kantor Berita Anadolu pada Selasa (24/3/2026), penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di Moskow setelah pertemuan antara Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin dan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kepala perusahaan nuklir milik pemerintah Rusia, Rosatom, Alexey Likhachev, serta Kepala Kantor Pemerintah Vietnam Tran Van Son.
Dalam pertemuan dengan Chinh, Mishustin mengatakan proyek tersebut akan memberikan dorongan besar bagi kerja sama di berbagai sektor terkait, termasuk teknologi tinggi serta riset dasar dan terapan.
Mishustin juga menambahkan bahwa kesepakatan antara perusahaan Rusia dan Vietnam di sektor minyak dan gas akan membuka peluang pengembangan ladang energi di kedua negara.
Selain itu, perdana menteri Rusia tersebut juga mengusulkan upaya lanjutan untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral antara kedua negara.
Baca Juga
- AS-Jepang Sepakat Bangun Reaktor Nuklir Modular US$40 Miliar
- Indonesia-Jepang Teken Kerja Sama Pengembangan Mineral Kritis dan Energi Nuklir
- Gaet AS dan Jepang, DEN Genjot Teknologi Nuklir
Sementara itu, dikutip dari The Moscow Times, kesepakatan tersebut menetapkan kerangka hukum untuk pembangunan dua reaktor dengan total kapasitas 2.400 megawatt di proyek PLTN Ninh Thuan Nuclear Power Plant.
Kepala Rosatom Alexey Likhachev mengatakan perjanjian itu akan menjadi fondasi bagi kemitraan industri jangka panjang yang dapat memperkuat kemandirian energi Vietnam sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi.
Namun, belum ada jadwal pasti terkait dimulainya konstruksi maupun waktu pengoperasian pembangkit tersebut.
Moskow dan Hanoi sebenarnya telah menyepakati pembangunan PLTN Ninh Thuan 1 Nuclear Power Station sejak 2010, tetapi proyek tersebut kemudian ditangguhkan.
Selain itu, kesepakatan lain juga ditandatangani antara produsen gas alam cair terbesar Rusia Novatek dan pembeli dari Vietnam, kata CEO Novatek Leonid Mikhelson pada Senin.
“Kami telah bernegosiasi dengan calon pembeli selama lebih dari lima tahun dan baru-baru ini menandatangani perjanjian awal pasokan dengan salah satu dari mereka. Kami siap memulai pengiriman secepatnya,” ujarnya kepada penyiar negara Russia-24, tanpa menyebutkan nama pembeli.
Rusia dan Vietnam juga menandatangani kesepakatan kerja sama produksi minyak dan gas di kedua negara, menurut laporan kantor berita pemerintah TASS yang mengutip Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, meskipun tidak merinci detail kesepakatan tersebut.





