REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Badan intelijen Israel, Mossad, memiliki rencana untuk memicu protes publik Iran yang akan menyebabkan runtuhnya pemerintahan Teheran. Demikian dilaporkan media AS, New York Times.
David Barnea, kepala Mossad, bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beberapa hari sebelum AS dan Israel memulai perang mereka terhadap Iran. Ia mengatakan kepada Netanyahu bahwa badan tersebut akan mampu menggalang oposisi Iran untuk mewujudkan perubahan rezim.
Baca Juga
Konflik Iran Ganggu Perdagangan, Saudi Aramco Kurangi Ekspor ke Asia
Dikecam karena Jadi Tahanan Rumah, Kubu Yaqut tak Ambil Pusing
Boyong 114 Jet Tempur Rafale, India tak Dapat Source Code dari Prancis
Menurut laporan tersebut, yang mengutip wawancara dengan pejabat AS dan Israel, Barnea juga menyampaikan proposal ini kepada pejabat senior AS selama kunjungan ke Washington pada pertengahan Januari.
Rencana tersebut kemudian diadopsi oleh Netanyahu dan Trump. Meski ada keraguan di antara beberapa pejabat senior Amerika dan intelijen militer Israel soal penggulingan rezim Iran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut pejabat AS dan Israel, janji-janji Mossad digunakan oleh Netanyahu untuk meyakinkan presiden AS bahwa runtuhnya pemerintahan Iran adalah sesuatu yang mungkin.
Dalam konsep rencana tersebut, perang akan dimulai dengan pembunuhan para pemimpin Iran, diikuti oleh serangkaian operasi intelijen yang dimaksudkan untuk mendorong perubahan rezim.