Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengimbau agar warga yang melakukan arus balik mudik ke Jakarta tetap menggunakan transportasi umum resmi.
"Kami mengimbau kepada warga yang melakukan arus balik yang kemudian berpotensi tiba di terminal-terminal di Jakarta pada malam hari sampai dengan besok subuh, kami imbau untuk tetap menggunakan layanan angkutan umum resmi yang ada," ujar Syafrin setelah meninjau Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/3).
Syafrin meminta agar warga menghindari transportasi umum yang tidak resmi. Hal itu karena transportasi umum tersebut berpotensi terjadi tindak kriminal.
"Jangan menggunakan layanan yang tidak resmi karena berpotensi terjadi kriminalitas di sana," katanya.
Ia juga menyoroti agar para keluarga saling menjaga dan mengawasi satu sama lain di tengah arus balik mudik yang terjadi.
"Untuk itu, tetap hati-hati dan pastikan anggota keluarga yang ikut bersama-sama dalam rombongan tetap saling mengawasi," tutur Syafrin.
Sebagai upaya pencegahan kriminalitas di tengah arus balik mudik kali ini, Syafrin mengungkapkan layanan transportasi umum akan disiapkan untuk beroperasi 24 jam. Selain itu, jumlah bus Transjakarta juga akan ditambah.
"Untuk angkutan malam hari di Jakarta sudah disiapkan. Jadi keseluruhannya, 14 koridor Transjakarta ini operasional 24 jam dan juga ditambahkan jumlah bus yang beroperasi," ungkap Syafrin.
Selain Transjakarta, Syafrin juga mengatakan pihaknya akan menambah layanan Mikrotrans. Mikrotrans ini akan beroperasi 24 jam.
"Jadi tidak hanya 14 koridor Transjakarta, tetapi juga ada Mikrotrans. Beberapa Mikrotrans, seperti di Kampung Rambutan, juga beroperasi 24 jam."
Targetnya, kata Syafrin, untuk menyasar penumpang yang berasal dari terminal, khususnya bus luar Jakarta.
"Rencana operasi dilakukan penyesuaian dengan target penumpang sebagaimana kedatangan bus dari luar Jakarta," ucapnya.




