Tarif Rp1 Bikin Pengguna LRT Jabodebek Meroket 79% di Periode Lebaran

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kebijakan tarif Rp1 pada layanan LRT Jabodebek, efektif mendorong lonjakan konsumsi transportasi publik, selama hari pertama dan kedua Idulfitri 1447 H (21–22 Maret 2026).

Selama dua hari penerapannya, jumlah pengguna meningkat 79% atau mencapai 102.648 orang, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 57.308 pengguna.

Peningkatan terjadi secara merata pada dua hari pelaksanaan, yakni 39.850 pengguna pada H1 atau naik 74% dari 22.844 pengguna pada 2025, serta 62.798 pengguna pada H2 atau melonjak 82% dari 34.464 pengguna tahun sebelumnya.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyampaikan, kebijakan tarif khusus menjadi faktor utama peningkatan tersebut, didukung oleh intensitas perjalanan yang mencapai 430 perjalanan per hari.

“Lonjakan pengguna LRT Jabodebek tahun 2026 dibandingkan tahun lalu menunjukkan kebijakan tarif Rp1 efektif dalam mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik."

"Tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, namun juga memperkuat peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi andalan di kawasan Jabodebek, khususnya pada momen Lebaran,” tuturnya lewat keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).

Kebijakan ini bukan hanya meningkatkan jumlah pengguna, tapi juga memperluas basis konsumen transportasi publik, karena pengguna baru layanan LRT muncul selama periode Lebaran.

“Ini menunjukkan kebijakan tarif Rp1 efektif membuka akses sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi publik."

Baca Juga: Tarif Rp1 LRT untuk Dorong Konsumsi Lebaran

"Secara langsung, LRT Jabodebek turut berkontribusi pada efisiensi ekonomi masyarakat, pengurangan kemacetan, serta mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Berdasarkan data, terlihat pergerakan penumpang terkonsentrasi di sejumlah stasiun utama yang menjadi simpul aktivitas, seperti stasiun Dukuh Atas mencatat volume tertinggi dengan 20.892 penumpang masuk dan 22.530 penumpang keluar, diikuti Harjamukti, Bekasi Barat, Cikoko, dan Jatimulya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balik Lagi ke Rutan, KPK Sebut Gus Yaqut Alami Gerd dan Asma
• 58 menit laludisway.id
thumb
KPK Kembalikan Status Penahanan Yaqut ke Rutan
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Update Terbaru Ranking FIFA Indonesia: Timnas Indonesia Naik ke 121, Malaysia Terjun Bebas ke 135
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Roger Ibanez Bangga Kembali Dipanggil Timnas Brasil untuk Laga Persahabatan Jelang Piala Dunia 2026
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Rekayasa Lalu Lintas One Way Diberlakukan di Sejumlah Jalur di Jawa Barat
• 1 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.