Reuni Alumni IMM Unhas 2026 Jadi Momentum Reformulasi Strategi dan Penguatan Eksistensi

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Reuni Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Hasanuddin (Unhas) di Pusdamwil Sulawesi Selatan, Selasa (24/3/2026), menjadi momentum strategis untuk mendorong reformulasi arah gerakan dalam mengukuhkan eksistensi organisasi di tengah dinamika kebangsaan.

Ketua Umum FOKAL IMM Sulsel, Abdul Rachmat Noer, menegaskan pentingnya penguatan integritas, identitas, dan meritokrasi sebagai fondasi utama.

Dalam sambutannya, Abdul Rachmat Noer menyampaikan bahwa alumni IMM memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk terus berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, tantangan globalisasi, polarisasi sosial, serta krisis kepercayaan publik menuntut adanya pembaruan strategi gerakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

“Reformulasi strategi menjadi keniscayaan agar IMM tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” katanya.

Ia menjelaskan, penguatan integritas menjadi langkah fundamental dalam membangun kepercayaan publik. Integritas, kata dia, merupakan konsistensi antara nilai, ucapan, dan tindakan yang harus menjadi karakter utama kader dan alumni IMM.

Menurutnya, tanpa integritas, kekuasaan rentan disalahgunakan dan praktik korupsi akan terus menghambat pembangunan serta merusak keadilan sosial.

Selain itu, Rachmat menekankan pentingnya merawat identitas kebangsaan di tengah kemajemukan Indonesia. Ia menyebut identitas yang berlandaskan nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat utama dalam menjaga persatuan.

“Identitas kebangsaan adalah benteng dari disintegrasi. Tanpa itu, perbedaan mudah dimanfaatkan untuk memecah belah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi penerapan sistem meritokrasi sebagai bagian dari reformulasi strategi organisasi. Sistem ini dinilai mampu mendorong lahirnya kepemimpinan yang kompeten dan profesional, sekaligus membuka ruang keadilan bagi seluruh anak bangsa.

“Bangsa yang maju adalah bangsa yang menempatkan orang terbaik pada posisi terbaik. Meritokrasi harus menjadi budaya, bukan sekadar wacana,” katanya.

Rachmat juga mengingatkan bahwa ketiga pilar tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Ia menilai integritas tanpa kompetensi tidak cukup untuk membawa kemajuan, sementara meritokrasi tanpa integritas justru berpotensi melahirkan penyimpangan baru.

“Ketiganya harus berjalan beriringan agar organisasi dan bangsa ini tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga bermartabat.
Reuni Alumni IMM Unhas 2026 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan untuk memperkuat peran strategis alumni dalam pembangunan nasional. Melalui reformulasi strategi yang berbasis pada integritas, identitas, dan meritokrasi, IMM diharapkan mampu terus eksis dan relevan dalam menjawab tantangan zaman,” paparnya. (fit)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rawan Kecelakaan Saat Arus Balik, Masyarakat Diimbau Dalam Kondisi Prima
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Bojan Hodak Nilai Andrew Jung Tampil Semakin Tajam dan Masuk Performa Terbaik di Persib Bandung
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Harga Perak Antam Naik Rp600, Dijual Rp44.450/Gram Hari Ini
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bangkit dari arus menghanyutkan, Mukhtar lahirkan sampan penolong
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Penampakan Fortuner Usai Tabrak Beruntun di PIK, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.