Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran Masjid At-Thohir Los Angeles menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan bagi diaspora Indonesia dan komunitas muslim internasional di Amerika Serikat. Berdiri sejak 2017, masjid tersebut kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang mempererat ukhuwah lintas bangsa, terutama selama bulan Ramadan.
Director Masjid At-Thohir Los Angeles, Farhat Ambadar, menjelaskan awal mula berdirinya masjid tersebut.
Advertisement
"Masjid At-Thohir berdiri pada tahun 2017. Kita membeli sebuah gereja dari komunitas. Dan Alhamdulillah kita dapat membeli masjid tersebut berkat bantuan daripada keluarga Thohir. Dan sumbangan dan donasi juga dari beliau. Jadi masjid dibeli tepatnya pada bulan Agustus tahun 2017," tutur Farhat saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (24/3/2026).
Selama bulan Ramadan, Masjid At-Thohir menjadi titik temu berbagai komunitas muslim dari beragam latar belakang negara. Saat berbuka puasa bersama yang rutin diadakan selama Bulan Suci, ikatan persaudaraan antar umat Islam pun kian terasa.
"Yang komunitinya bukan saja dari jamaah dari Indonesia, tapi juga kebanyakan jamaah dari luar, dari Bangladesh, dari India, dari Pakistan, Czech Republic, Kazakhstan, pun dari latino muslim, seperti dari Mexico, maupun El Salvador, Honduras, Guatemala, Nicaragua. Semuanya bergabung, datang ke Masjid At-Thohir pada waktu berbuka puasa," jelas dia.
Farhat menyebut, seluruh hidangan berbuka yang disajikan pun disediakan secara gratis bagi para jamaah. Disusul pula kegiatan sosial yang juga menyasar ke masyarakat non muslim.
"Dan juga, pada hari weekend, hari Sabtu, masjid itu menyediakan sekitar 20 boks di depan masjid itu di parkiran area bagi orang yang non-muslim berjalan di depan masjid, mereka dapat mengambil makanan dengan secara gratis," ungkapnya.




